Ingin Gaya Bisa Masuk di Pelantikan Presiden “IL” Ditangkap Polisi

oleh -
Polda Metro Jaya
IL ditahan Polisi.

JAKARTA, REDAKSI24.COM- Polda Metro Jaya telah menangkap seorang beinisial IL yang berusaha menyusup pada acara pelantikan Presiden Joko Widodo, pada 20 Oktober 2019 lalu.

Setelah diselidiki, ternyata yang berasangkutan kedapatan membawa senjata tajam (Sajam) di mobil Nissan Terra-nya yang bernomor polisi palsu B RI 1 di area parkir Hotel Rafflesia, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Nyeneng mengatakan, tersangka “IL” datang ke pelantikan itu mengaku sebagai keturunan Raja dari Pulau Buru Maluku.

Dan senjata tajam yang dibawanya, kata dia, dikatakan oleh IL sebagai senjata peninggalan keluarganya yang keturunan dari raja-raja di Pulau Buru, Maluku. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, kata I Gede, ternyata palsu.

““Setelah kami lakukan pengecekan terhadap silsilah kerajaan yang diakui oleh tersangka IL, semuanya palsu dan dia bukan keturunan dari Raja Pulau Buru,” imbuhnya.

Lebih jauh I Gede mengatakan, IL mengaku sebagai keturunan Raja, hanya karena ingin berfoto dengan para undangan di pelantikan Presiden. Kemudian foto itu akan ia ekspose di media sosial agar ia diyakini sebagai keluarga Raja Maluku yang diundang dalam pelantikan tersebut.

BACA JUGA:

Polda Metro Jaya Selidiki Kasus Ormas Paksa Kelola Lahan Parkir di Bekasi

Nunung Resmi Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya

Sementata itu Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan IL datang ke hotel tersebut dengan membawa undangan palsu.

“Tujuan IL masuk ke pelantikan Presiden, biar dikatakan sebagai orang hebat, orang top yang bisa masuk atau diundang di pelantikan itu,” kata Argo.

Namun setelah dilakukan penyelidikan lebih jauh, kata Argo, tenyata IL juga terlibat dalam kasus pengelapan. Sehingga oetugas lansung menahannya. “Saat ini IL mempunyai 4 kasus yang harus dipertanggung jawabkan, yaitu kepemilikan senjata tajam, identitas palsu, status palsu yang mengaku-ngaku sebagai keturunan raja, dan terakhir kasus penggelapan,” ungkap Argo (Alfin/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *