Ingat Mulai besok Warga Tangerang  jika Pergi ke Jakarta Wajib Bawa STRP

oleh -
Ingat Mulai besok Warga Tangerang  jika Pergi ke Jakarta Wajib Bawa STRP
Cek Point PPKM Darurat/Ist.

KOTA TANGERANG,REDAKSI24.COM–Demi mengendalikan pergerakan di masa Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, pemerintah mewajibkan semua warga membawa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) bila hendak melintasi wilayah aglomerasi se-Jabodetabek. Kebijakan ini efektif mulai berlaku pada  Senin (12/7/2021) besok.

“Personel Dishub sudah di-briefing. Saya sudah memberikan sosialisasi, itu mulai nanti Senin,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Wahyudi Iskandar.

Menurut Wahyudi, dengan kebijakan tersebut maka Warga Kota Tangerang serta warga di Jabodetabek lainnya setiap memasuki wilayah algomerasi abodetaabek wajib menunjukan STRP termasuk saat hendak naik kereta rel listrik (KRL)

BACA JUGA: PPKM Darurat Diklaim Turunkan Mobilitas Masyarakat di Banten

“Pemeriksaan STRP akan dilakukan di pos-pos penyekatan di perbatasan Kota Tangerang dan Jakarta seperti Jalan Daan Mogot, jalan-jalan akses menuju stasiun, atau pintu masuk stasiun,”papar Wahyudi.

BACAA JUGA: Pemerintah Hanya Akui Hasil Tes PCR COVID-19 dari 742 Lab Ini

Meski begitu, Wahyudi mengatakan, Dishub Kota Tangerang tidak turut menerbitkan STRP bagi warga yang hendak melintasi pos-pos penyekatan atau naik KRL. Penerbitan STRP itu sepenuhnya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dishub di masing-masing wilayah termasuk di Kota Tangerang hanya memeriksa para pengendara yang melewati posko penyekatan atau cek poin di antar-wilayah se-Jabodetabek.

BACA JUGA: Dishub Kota Tangerang Kembali Raih Akreditas A UPPKB Nasional

“Jadi di dalam cek poin, STRP menjadi instrumen yang dicek. Orang kalau mau ke Jakarta, selama ini kan, ‘saya kerja di Jakarta, sektor esensial’. Kalau sekarang jadi seragam, petugas nanti ‘mana STRP-nya’,” ucap Wahyudi. 

Wahyudi kembali mengingatkan bahwa hanya warga yang bekerja di sektor esensial atau kritikal yang diperbolehkan membuat STRP. Sebelumnya diketahui, pengetatan dilakukan karena pergerakan masyarakat masih tinggi, meski sejak 3 Juli 2021 sudah berlaku PPKM darurat di Pulau Jawa dan Bali. Sementara itu, STRP sudah mulai diberlakukan di Ibu Kota Jakarta pada Senin (5/7/2021). (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.