Industri Rumahan Tembakau Sintetis Digerebek Polres Bogor

oleh -
Kasat Reserse Narkoba Polres Bogor, Ajun Komisari Polisi Eka Candra rilis indutri rumahan tembakau sintetis di Bogor.

BOGOR, REDAKSI24.COM- Industri rumahan yang memproduksi tembakau sintetis di Mekarjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat digerebek Polres Bogor.

Dalam penggerebekan itu, selain menyita barang bukti, petugas juga membekuk tiga orang pelaku, masing-masing RJ (24) yang berperan sebagai pemasok biang sintetis, IA (25) sebagai peracik dari tembakau biasa menjadi sintetis dan MO (22) sebagai pengedar.

Menurut Kasat Reserse Narkoba Polres Bogor, Ajun Komisari Polisi Eka Candra di Polres Bogor, Cibinong, Selasa (15/6/2021), ketiga tersangka menjalankan bisnis tembakau sintetis itu sejak dua bulan terakhir, salah satunya melalui akun media sosial Instagram @vegetarian.idn.

“Penjualannya lewat instagram, lalu diberikan dengan sistem tempel di tempat yang sudah disepakati dengan pembeli. Tembakaunya dimasukkan ke bungkus rokok lalu disimpan di suatu tempat yang sudah ditentukan,” papar Candra.

 Selama dua bulan beroperasi, tambah dia, ketiga tersangka tersebut telah meraup keuntungan sekitar Rp20 juta dari penjualan satu kilogram tembakau sintetis.

“Dalam proses pembuatan juga, mereka mendapat biang sintetis dengan membeli dari akun Instagram milkway,” bebernya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka pembuat tembakau sintetis itu dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup dan denda maksimal Rp10 miliar.

Kasus pembongkaran tempat produksi tembakau sintetis itu merupakan satu dari 11 kasus yang ditangani Satres Narkoba Polres Bogor dengan total 14 tersangka selama dua pekan terakhir.

Dari 11 kasus tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 42,02 gram sabu, 167,16 gram ganja, 2,2 kilogram tembakau sintetis, 1.391 butir tramadol, 719 butir hexymer dan 1.188 butir trihex.

“Untuk tersangka yang lain juga kita kenakan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Hanya pasal yang dikenakan yang berbeda dengan pembuat tembakau sintetis tadi,” ujarnya. (Fikri Setiawan/Ant/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.