Anggota DPR RI Ananta Wahana

Indonesia Harus Bisa Mandiri dan Berdikari Membuat Vaksin Sendiri

oleh -
anggota, dpr, ri, ananta, wahana, pdi, perjuangan, indonesia, vaksin, mandiri, berdikari
Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Ananta Wahana berharap Indonesia bisa mandiri dan berdikari membuat vaksin sendiri. Foto: Dok-R24/ejp.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Ananta Wahana menyampaikan, bahwa Indonesia harus mampu mengatasi persoalan adanya embargo dari produsen vaksin dunia dengan cara mandiri dan berdikari untuk membuat vaksin sendiri.

Menurut Ananta Wahana, sekarang kebutuhan vaksin dunia semakin meningkat lantaran dipicu lonjakan kasus aktif COVID-19 diberbagai negara, termasuk Uni Eropa, Israel, dan negara India sebagai produsen vaksin terbesar di dunia.

“Sehingga itu, negara produsen mengunci vaksin, tidak dikeluarkan. Karena untuk memenuhi dalam negerinya sendiri,” kata Anggota DPR RI Ananta Wahana, di Jakarta, Minggu (11/4/2021).

Bahkan, lanjut Ananta, akibat embargo vaksin itu, negara-negara di Asia berlomba-lomba dan rebutan untuk mendapatkan sumber vaksin. Korea Selatan, Indonesia, dan Filipina temasuk negara-negara yang terkena dampak penundaan pengiriman vaksin yang telah dijanjikan di bawah program COVAX.

“Dampaknya bisa cukup kuat terhadap laju vaksinasi kita. Dimana seharusnya vaksinasi secara kolosal harus memiliki kecepatan untuk mengejar herd immunity atau  kekebalan komunal target 70 persen penduduk kita,” ujar Anggota DPR RI Komisi VI itu.

Ananta melanjutkan, begitu juga dampak melambatnya pelaksanaan vaksinasi akan mempengaruhi upaya Indonesia dalam pemulihan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

“Program vaksinasi itu sejalan, dan seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia. Sehingga dua hal itu mestinya tidak boleh ada hambatan,” ucapnya.

 

Harus mandiri dan berdikari

Dalam situasi kebutuhan vaksin dunia yang meningkat, sementara persediaan vaksin terbatas, dan suplai tersendat akibat negara produsen menahan vaksin.

Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, situasi kontroversi dari produsen vaksin dan negara-negara lainnya memaksa bangsa indonesia harus berupaya keras untuk mencari solusi terkait isu vaksin ini.

“Apa yang dilakukan negara produsen vaksin itu merupakan tindakan kontroversial dengan sebutan nasionalisme vaksin. Yakni, vaksin dari – oleh – untuk bangsa masing-masing,” katanya.

Ananta Wahana berharap adanya nasionalisme vaksin dari masing-masing negara saat ini, seharusnya menjadi peluang bagi bangsa Indonesia untuk bisa mandiri dan berdikari membuat vaksin sendiri.

“Ini yang jadi pertanyaan kita semua juga. Kenapa sampai saat ini kita lebih senang beli vaksin daripada mencoba membuat vaksin sendiri. Mengapa vaksin nusantara dan lain-lain itu hanya sampai sebatas wacana saja,” ujar Inisiator Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis itu. (ejp)