Ikuti Crash Program, 20 Warga Binaan Rutan Jambe Bebas Bersyarat

  • Whatsapp
Kasi Tahanan David Madya Sipahutar
Kasi Tahanan David Madya Sipahutar.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Sebanyak 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Tangerang yang berlokasi di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, hari ini Selasa (3/3/2020) bebas bersyarat. Mereka telah kembali ke masyarakat dan berkumpul bersama keluarganya setelah dibebaskan melalui Crash Program.

Kepala Rutan Kelas I Tangerang Mujiarto melalui Kasi Tahanan David Madya Sipahutar mengatakan, Crash Program yakni program dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk Resolusi pemasyarakatan dalam menanggulangi dan optimalisasi penyelesaian masalah Overcrowding atau over kapasitas di masing-masing UPT pemasyarakatan.

Bacaan Lainnya

Ia melanjutkan, pembebasan bersyarat yang diberikan kepada 20 WBP tersebut merupakan Crash Program gelombang kedua. Sebelumnya, sambung dia, sebanyak 71 WBP juga telah dibebaskan melalui Crash Program pada gelombang pertama.

“Dari UPT sebanten Rutan Kelas I Tangerang ini paling banyak yang memulangkan WBP melalui Crash Program,” ungkapnya kepada wartawan

David juga menerangkan, ada persyaratan khusus untuk mendapatkan Crash Program dari Dirjen PAS tersebut, selain berkelakuan baik para WBP juga tidak terkait dengan Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 dan pidana khusus lainnya, antara lain tidak dipidana atas kasus narkoba diatas 5 Tahun, tidak terkena pidana Tipikor, tidak terkena pidana Human Traficking, dan tidak dipidana atas kasus Illegal Logging.

BACA JUGA:

Dipasok Dari Rutan Jambe, Bandar Narkoba di Solear Dibekuk Polisi

Rutan Kelas 1 Tangerang Deklarasikan Janji Kinerja 2020

“Tapi bagi mereka yang tidak terkait dengan Pasal 34 PP 99 Tahun 2012 ini wajib untuk mengikuti Crash Program,” ujarnya

Ia menambahkan, keuntungan mengikuti Crash Program ini adalah seorang WBP yang tidak punya penjamin maka Dirjen PAS akan menugaskan Balai Pemasyarakatan dalam hal ini Pembimbing Kemasyarakatan (PK) menjadi penjamin warga binaan yang masuk dalam Crash Program.

“Jadi di Rutan Kelas I Tangerang ini PK dari BAPAS Ciangir menjadi penanggung jawab warga binaan yang mengikuti crash Program ini,” terangnya

Sementara itu, NR (25) salah seorang WBP Rutan Kelas I Tangerang yang mendapat bebas bersyarat dari Crash Program ini mengaku bersyukur bisa kembali menghirup udara bebas yang didapat melalui Crash Program.

Ia juga berterima kasih kepada Dirjen Pas dalam hal ini Direktur Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ibu Sri Pugu Budi Utami yang telah menginzinkan dirinya untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat.

“Syukur Alhamdulillah sudah boleh pulang bisa berkumpul lagi bersama keluarga dan hidup lebih baik,” tandasnya (Ricky/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.