Identitas Gadis Yang Ditemukan Tewas dengan Leher dan Kaki Terikat Terungkap

oleh -
SEDIH : Jenazah Sri Lestari, 17 gadis yang ditemukan tewas di pinggir jalan di Kompleks Babat RT 001 RW 001, Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang Jumat (21/6/2019) kemarin saat dibawa ke rumah orang tuanya di Kampung Pinang, RT 02 RW 03, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (22/6/2019). Isak tangis keluarga pun pecah saat jenazah Fifi diantarkan kepada pihak keluarga.

REDAKSI24.COM—Jajaran Polresta Tangerang Selatan berhasil mengungkap identitas gadis  yang ditemukan tewas di pinggir jalan di Kompleks Babat RT 001 RW 001, Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang Jumat (21/6/2019) kemarin. Jenazah yang ditemukan dalam kondisi leher dan kaki terikat tersebut ternyata adalah Fifiani Sri Lestari, 17 warga Kampung Pinang, RT 02 RW 03, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Isak tangis keluarga pun pecah saat jenazah Fifi diantarkan kepada pihak keluarga pada Sabtu siang, (22/6/2019).

Susianti, (43), ibu Almarhumah Fifi, terus menangis saat melihat keranda yang membawa jenazah anak tercintanya tersebut di bawa keluar dari dalam mobil ambulance. Dirinya seakan masih tak percaya, jika anak pertama dari tiga bersaudara itu telah pergi dengan cara yang mengenaskan.

Begitu pun dengan Yayat, (54), ayah Almarhumah Fifi, tak kuasa menahan air matanya saat ia bersama warga yang lain mengangkat keranda ke dalam rumah.Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut orang tua Almarhumah Fifi, selain suara tangisan yang amat pilu. Dada mereka terasa sesak melihat anak kesayangannya sudah terbujur kaku dan terbungkus kain kafan.

Setelah beberapa saat disemayamkan di rumah duka, jenazah Fifi lalu di bawa ke masjid yang tak jauh dari rumahnya untuk di shalatkan dan kemudian langsung di makamkan di TPU Sudirman, Kampung Pinang, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Seusai acara pemakaman, ayah korban menuturkan bahwa ia sama sekali tak menyangka jika anaknya akan pergi dengan cara yang tidak wajar. Ia meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan menghukum pslaku dengan hukuman yang setimpal.

“Saya hanya meminta keadilan atas nyawa anak saya. Orang tua mana yang rela. Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya,” tutur Yayat kepada Redaksi24.Com.

Hal senada juga diucapkan oleh Susianti, ibu korban. Ia meminta keadilan atas peristiwa yang menimpa anaknya supaya pihak yang berwajib bisa menghukum pelaku seberat mungkin.

“Kalau saya maunya nyawa dibayar nyawa!” tutupnya.Sementara itu, menurut informasi yang dihimpun Redaksi24.com, diduga kuat Fifi meregang nyawa setelah dihabisi oleh J, 18, yang tidak lain adalah tunangannya sendiri. Diduga J tega membunuh kekasihnya karena cemburu. (Riki/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *