HUT ke 13, Mahasiswa Sebut Kota Serang Semrawut!

  • Whatsapp
HUT Kota Serang
Mahasiswa membakar ban bekas saat berunjukrasa HUT Kota Serang, Senin (10/8/2020).

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Cipayung Plus menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kota Serang, Banten. Aksi unjukrasa dilakukan sebagai refleksi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 13 Kota Serang.

Sambil orasi membawa spanduk bertuliskan kritikan terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) maupun DPRD Kota Serang, mahasiswa menuntut penuntasan kemiskinan terstuktur di Kota Serang. Mahasiswa juga menuntut optimalisasi Perda Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Perlindungan Anak dan Perempuan.

Bacaan Lainnya

Kemudian, penyelesaian Target PAD Kota Serang, Recovery Pasca Pandemi Covid-19, menyelesaikan seluruh gizi buruk dan stunting di Kota Serang, meningkatkan produktivitas legislatif, memaksimalkan pendidikan serta menyelesaikan tata ruang Kota Serang yang semrawut.

Salah satu juru bicara Cipayung Plus, Arman Maulana yang juga Ketua Umum GMNI cabang Serang mengatakan HUT ke 13 tahun harus menjadi ajang evalusi besar untuk Kota Serang. Menurut dia, banyak permasalahan yang belum selesai sampai sekarang, diantaranya kemiskinan dan angka pengangguran yang tinggi.

“Kemiskinan yang masih tinggi menjadi salah satu indikator buruknya kinerja Pemerintah Kota Serang,” katanya kepada wartawan, Senin (10/7/2020).

BACA JUGA: Wali Kota Serang Izinkan Warga Pesta Kemerdekaan RI dengan Prokes

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Serang, Faisal Dudayef Payumi Padma mengungkapkan, selama pandemi covid-19, pemerintah, baik legislatif dan eksekutif Kota Serang tidak pernah mempersiapkan penanganan serius bagi warga, khususnya UMKM dalam melaksanakan pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19.

“Pemkot Serang belum serius dalam recovery (pemulihan) pasca pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Disisi lain, Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama Kota Serang, Samsul Bahri meminta Pemkot Serang mengoptimalkan dan memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) serta menurunkan angka stanting dan gizi buruk.

“Kami juga mendorong Pemkot Serang berani bekerja sama dengan kampus-kampus di Kota Serang dalam pengelolaan dana CSR dari lembaga pendidikan untuk menyediakan beasiswa bagi warga,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Sapma PP Kota Serang, Tedy Supriadi menyoroti bagaimana selama 13 tahun Kota Serang masih tidak ramah akan perempuan dan anak. Padahal,  menurutnya, sudah ada Perda No 7 tahun 2013 tentang perlindungan anak dan perempuan dan Peraturan Walikota No 27 tahun 2019 tentang pelaksanaan teknis perlindungan perempuan dan anak. Namun nyatanya, kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual di Ibu Kota Banten ini semakin tinggi.

“Banyaknya kasus kekerasan anak dan permepuan membuktikan Kota Serang tidak ramah anak dan perempuan. Juga tidak ada sosialisasi dari pemerintah daerah untuk menekan angka kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual,” tandasnya.

Diketahui, Cipayung Plus terdiri dari organisasi mahasiswa yang ada di Kota Serang, diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Serang, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU), Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.