HUT kabupaten Tangerang Ricuh, Mahasiswa Bentrok Dengan Polisi

oleh -
Bentrokan Antara Mahasiswa dan Polisi di HUT Kabupaten Tangerang ke 399.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sedikitnya 20 mahasiswa tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) yang berunjuk rasa bertepatan dengan hari ulang tahun  (HUT) Kabupaten Tangerang ke 389, di depan kantor Bupati Tangerang, komplek Puspemkab Tigaraksa Tangerang, Rabu (13/10/2021) diamankan petugas Polresta Kabupaten Tangerang.

Puluhan mahasiswa itu diamankan, karena berusaha merangsek masuk ke kantor Bupati Tangerang  Ahmed Zaki Iskandar, untuk menyampaikan aspirasinya. Hal itu terjadi lantaran  orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut ketika diminta untuk menemui mereka enggan keluar.

Akibatnya, terjadilah dorong-dorongan antara mahasiswa dan petugas kepolisian yang menjaga ketat jalannya demo tersebut. Bentrokan fisik pun tidak terelakkan. Bahkan koordinator aksi HIMATA M Fariz sempat pingsan karena ditarik dari belakang dan dibanting oleh petugas kepolisian yang berpakaian serba hitam.

“Alhamdulillah kondisi Fariz sudah membaik,” kata Wakasat Intelkam Polresta Kabupaten Tangerang, AKP Eldi

BACA JUGA: Aksi Tolak Omnibus Law di Lampu Merah Tigaraksa Ricuh, 5 Mahasiswa Diamankan Polisi

Namun demikian, kata dia, para mahasiswa tersebut belum bisa dipulangkan untuk mendapat pembinaan. “Mereka tidak ditahan, tapi diberi pembinaan,” kata dia dengan singkat.

Dikonfirmasi masalah tersebut, Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga mengatakan dalam pengamanan demo, petugas kepolisian dibekali dengan protap yang jelas. Salah satunya tidak diperkenankan melengkapi diri dengan senjata api, mengantisipasi terjadinya benturan fisik serta tetap bertindak tegas dan humanis.

Karenanya, kata dia, pihaknya akan melakukan penyelidikan atas kasus itu dengan cara mencari dan memeriksa petugas yang diduga bertindak kasar terhadap mahasiswa tersebut. ” kami akan melakukan penyelidikan atas kasus ini, kenapa hal  itu harus terjadi,” kata dia.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sebelum bentrokan itu terjadi para pendemo sempat menyampaikan sepuluh tuntutannya kepada Pemerintah kabupaten Tangerang.

  1. Peningkatan mutu kualitas pendidikan.
  2. Transparansi anggaran beasiswa pendidikan.

    3. Peningkatan kualitas untuk pelayanan kesehatan.

  1. Realisasi gerakan kawasan padat kumuh, dan miskin.
  2. Optimalisasi Perda no 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah dan lumpur tinja.
  3. Optimalisasi pembangunan moda transportasi yang terintegrasi.
  4. Optimalisasi tentang Perbub 47 tahun 2018 tentang pembatasan jam operasional mobil tambang (Pasir, batu, tanah).
  5. Optimalisasi pembangunan drainase dan ruang terbuka hijau (RTH).
  6. Penindakan tegas perusahaan yang mencemari lingkungan (limbah cair).
  7. Usut tuntas oknum bansos pada keluarga harapan (PKH) kecamatan Tigaraksa.

Koordinator aksi HIMATA M. Fariz mengatakan, aksi unjuk rasa itu dilakukan bersamaan dengan HUT Kabupaten Tangerang dan juga rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang,karena itu merupakan momen yang terbaik.

“Ini merupakan momen yang tepat bagi kami untuk menyampaikan aspirasi. Mengingat hari ini adalah HUT ke 389 Kabupaten Tangerang yang dibarengi dengan rapat paripurna DPRD Kota Tangerang,” kata Fariz kepada wartawan. (RMI/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.