Huntap Labuan Diresmikan, Korban Tsunami di Sumur Pandeglang Merasa Dianaktirikan

  • Whatsapp
huntap, huntara, tsunami selat sunda, pandeglang, BNPB, bupati pandeglang, Irna Narulita,
Huntara di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, kondisinya memprihatinkan.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ratusan warga korban bencana tsunami Selat Sunda di Kecamatan Labuan, sudah memiliki rumah hunian tetap (Huntap) yang baru saja diresmikan Bupati Pandeglang, Irna Narulita bersama pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.

Sementara, sebagian korban bencana tsunami lainnya di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga saat ini masih menetap di rumah hunian sementara (Huntara) dan entah kapan akan dibangunkan Huntap seperti korban bencana tsunami lainnya.

Bacaan Lainnya

Karena itu, korban tsunami di Kecamatan Sumur merasa dianaktirikan pemerintah. Kini para korban tsunami di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, menagih janji pemerintah pasca bencana tsunami melanda dua tahun lalu.

Untuk diketahui, Huntara Sumberjaya, Kecamatan Sumur terdapat sebanyak 220 kamar. Terdiri dari tiga kompleks yang dibangun tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diantaranya kompleks Mandiri sebanyak 40 unit, BRI 100 unit dan BNI sebanyak 80 unit. Dari keseluruhan jumlah itu, hanya 77 unit yang dihuni.

“Huntap Sumberjaya, Sumur entah kapan dibangunnya dan belum ada kejelasan, kami merasa dianaktirikan,” ungkap Jamal, salah seorang penghuni Huntara Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Selasa (22/12/2020).

BACA JUGA: Wah, Peresmian Huntap di Labuan Pandeglang Abaikan Protokol Kesehatan Covid-19

Setelah dua tahun menetap di Huntara, lanjut dia, kondisi bangunannya banyak yang mulai rusak dan beberapa bagian lahannya juga yang longsor. Saat musim hujan seperti ini, menurut Jamal, para penghuni merasa was-was dan tidak nyaman tinggal di Huntara.

“Kami sudah dua tahun tinggal di Huntara, sementara Huntap yang dijanjikan pemerintah belum ada kejelasan, padahal Huntap di kecamatan lain sudah dibangun dan mulai dihuni. Kami di sini (Huntara) sudah tidak nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi BNPB RI, Rifai mengatakan, sebetulnya pemerintah pusat memberikan fasilitas seluruhnya kepada para korban bencana tsunami Selat Sunda di Pandeglang. Namun karena keterbatasan waktu pembebasan lahan, akhirnya tidak bisa dibangun pada tahun ini.

“Sesuai informasi yang kami dapat, pada Januari 2021 akan mulai dilakukan kontrak untuk pembangunan Huntap itu,” katanya.

Sedangkan Bupati Pandeglang, Irna Narulita menuturkan, pihaknya akan menganggarkan dana untuk pembebasan lahan Huntara dari APBD Pandeglang. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Pemprov Banten, agar tidak salah langkah dalam hal itu.

“Nanti setelah dilakukan pembebasan lahannya akan segera dipersiapkan persyaratannya, sehingga bisa segera ditender,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.