Legsilator: Penegakan Hukum Di Indonesia Bisa Lebih Humanis Tanpa Kesan Menyeramkan

  • Whatsapp
Eva Yuliana
Anggota Komisi III DPR RI, Eva Yulina

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana, menilai penegakan hukum di Indonesia sebenarnya bisa dilakukan dengan cara lebih humanis tanpa  adanya kesan kekerasan dan menyeramkan.

“Sehingga  wajah hukum di Tanah Air bisa tampil lebih sejuk serta mengayomi,”demikian Eva dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (07/08/2020)

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut dilontarkan Eva dilatarbelakangi penyelesaian hukum melalui media atas kasus pencurian telepon genggam (handphone) yang dilakukan oleh seorang ayah di Garut, Jawa Barat. Aksi pencurian tersebut dilakukan pelaku guna memenuhi kebutuhan sang buah hati untuk mengikuti pembelajaran online (daring).

Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Sugeng Hariadi,  ketika menangani kasus ini justru menyelesaikannya dengan penegakan yang sangat humanis. Pihak Kajari Garut menghadiahkan handphone baru bagi kepada pelaku untuk diserahkan kepada anaknya. Kasusnya berakhir karena pihak menjadi korban pencurian  tidak melanjutkan perkara tersebut.

Eva mengaku, dirinya sempat terenyuh melihat kasus ini dan berterima kasih kepada pihak Kajari Garut. “Langkah bijak Kajari dan jajarannya ini telah menunjukkan wajah penegakan hukum di Indonesia yang sungguh sejuk dan mengayomi. Bukan yang keras dan menakutkan,” tuturnya.

Menurut pandangan politisi Partai Nasdem itu, hal tersebut merupakan sisi lain dari proses penegakan hukum di Indonesia. Hukum tidak selamanya tentang keputusan dan tindakan pembatasan hak seseorang akibat pelanggaran yang dilakukannya. “Tetapi, hukum juga memiliki ruang humanis sosiologis yang mengikat di dalamnya,”paparnya.

“Dampak multidimensional dari pandemi Covid-19 kita ketahui sungguh kompleks. Terutama, pada masa pandemi virus Corona ini benar-benar menguji sisi kemanusiaan kita,” terang Eva.

Legislator dapil Jawa Tengah V tersebut mengapresiasi langkah cepat dan sigap Kajari Garut dalam menyelesaikan kasus itu. Dan Kejaksaan Negeri Garut tidak melanjutkan proses hukum terhadap bapak yang mencuri HP. Akan tetapi, tetap mengedepankan aturan formal penegakan hukum dalam kasus ini. (Agung/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.