Horee, Murid di Pandeglang Bisa Belajar Langsung di Sekolah

  • Whatsapp
sekolah tatap muka
Bupati Pandeglang, Irna Narilita menyetujui kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan secara tatap muka.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyetujui kegiatan belajar mengajar (KBM) murid SD dan siswa SMP dilakukan secara tatap muka langsung di sekolah. Namun dengan syarat harus dilakukan simulasi terlebih dahulu dan penerapan protokol kesehatan (Protokes) yang ketat.

“Para siswa sudah diberikan ruang untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung. Tapi harus dilakukan uji coba atau simulasi dulu, dan kesiapan penyediaan sarana protokes di sekolah, karena kita harus menyelamatkan anak bangsa,” ungkap Irna saat ditemui usai menghadiri sosialisasi Pilkada Pandeglang, di Kantor Kecamatan Jiput, Jumat (7/8/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Irna, pihaknya juga sudah bertemu dengan para dewan guru, untuk mengetahui sudah sejauh mana kesiapannya dalam menjalankan pembelajaran siswa tatap muka langsung di sekolah.

“Persiapannya harus maksimal, mulai ketersediaan sarana cuci tangan, penggunaan masker apakah siswa harus bawa sendiri ataukah disediakan sekolah. Karena sekarang ini sekolah boleh menggunakan dana bos untuk pengadaan masker,” katanya.

BACA JUGA: Pembelajaran Siswa di Pandeglang Bakal Terapkan Sistem Ganjil Genap

Lanjut Irna, pada awal pembelajaran siswa di sekolah itu juga harus dilakukan simulasi terlebih dahulu. Hal itu untuk memastikan baik atau tidaknya KBM tatap muka langsung tersebut, jangan sampai nantinya sekolah justru menjadi klaster baru penyebaran covid-19 di Pandeglang.

“Syarat-syarat yang harus ditempuh pihak sekolah dalam menjalankan pembelajaran siswa tatap muka langsung memang banyak. Salah satunya penerapan protokol kesehatan secara maksimal, dan harus dilakukan simulasi dulu,” ujarnya.

Saat ditanya bagaimana evaluasi kegiatan belajar dari rumah. Irna mengaku hasilnya mutu pembelajaran turun drastis. Namun hal itu memang akibat dari bencana non alam ini, tapi dengan penyesuaian kebiasaan baru, bagaimana siswa harus belajar maksimal di tengah pandemi covid-19.

“Kalau bicara mutu turun, mulai dari keterbatasan sarana, ada yang tidak ngerti dan tidak ada yang menyimak. Namun ada hikmahnya, paling tidak siswa mengerti cara belajar melalui alat elektronik,” tuturnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.