HMI Serang dan Cilegon Mendesak Penerapan Karantina Wilayah

  • Whatsapp
Karantina wilayah Covid-19
Ilustrasi Karantina Covid-19

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang dan Cilegon mendesak pemerintah daerah setempat untuk secepatnya menerapkan karantina wilayah.

Ketua HMI Cabang Serang, Faisal Dudayef kepada wartawan di Kota Serang mengatakan, karantina wilayah adalah waktu yang tepat untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 yang kian merebak di Kota Serang.

Bacaan Lainnya

Himpunan Mahasiswa Islam

“Pembatasan akses transportasi publik seperti jalan tol, pelabuhan, jalan-jalan di perbatasan Banten-Jakarta dan Banten – Jawa Barat,” katanya, Senin (30/3/2020).

Faisal mengungkapkan, langkah yang dilakukan Bupati Lebak, Papua, Tegal dan Bali yang telah melakukan karantina wilayah harus menjadi contoh. Sebab, kata dia, undang-undangnya sudah jelas.

“Sudah waktunya pemerintah Kota Serang menerapkan undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan. Khususnya pembatasan sosial dengan skala besar dan karantina wilayah untuk menanggulangi penyebaran virus corona,” imbuhnya.

Desakan sama disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Cilegon, Rikil Amri. Dia mengatakan, Kota Cilegon sebagai daerah perlintasan dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, mulai ada ekspansi warga dari zona merah covid-19. Pihaknya meminta Wali Kota Cilegon agar melakukan tindakan tegas dalam menangani virus tersebut.

“Apalagi di Kota Cilegon sudah ada ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan), jangan sampai lengah hingga akhirnya ada yang positif covid-19,” kata Rikil kepada Redaksi24.com, Senin (30/3/2020).

Lanjut Rikil, HMI mendesak Wali Kota Cilegon segera menerapkan regulasi karantina wilayah berdasarkan UU No 6 Tahun 2018. Pada Pasal 49 ayat 1 disebutkan empat jenis karantina, karantina rumah, karantina wilayah, karantina rumah sakit, pembatasan sosial berskala besar oleh pejabat karantina  kesehatan.

“Juga dijelaskan dalam  Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 6 Tahun 2018, Kekarantinaan Kesehatan adalah upaya mencegah dan menangkal keluar atau masuknya penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan masyarakat,” jelas mahasiswa Pascasarjana UIN Banten itu.

BACA JUGA:

. ODP Meningkat di Pandeglang, Semoga Tidak Ada yang Positif Covid-19

. Warga Bonang Diminta Tak Khawatir Terkait Penetapan Griya Anabatic Jadi Tempat Isolasi Covid-19

. Tips! Ini Makanan Sehat yang Harus Dikonsumsi untuk Cegah Covid-19

Ia juga mengingatkan, Pemerintah Kota Cilegon harus menghitung terlebih dahulu kesiapannya, mulai dari anggaran sampai dampak dari karantina wilayah tersebut. “Jangan sampai karantina wilayah berdampak buruk pada sosial ekonomi, dan menimbulkan permasalahan baru di masyarakat, kami utamakan kesehatan masyarakat kota cilegon,” harapnya.

Pihaknya juga mempertanyakan tindakan DPRD Kota Cilegon dalam menanggapi Covid-19 tersebut. Dia menyebut Kabupaten Serang dan daerah lainnya sudah memangkas anggaran dana reses dan kunjungan kerja untuk dialihkan bagi penanganan covid-19.

“Warga butuh tindakan nyata bukan sebatas wacana, pembagian masker dan hand sanitizer harus digencrkan, karena saat ini harganya tidak dapat dijangkau. Tidak cukup hanya dengan mengimbau agar warga di rumah saja,” tambahnya.(Adi/Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.