HMI MPO Salurkan Bantuan Logistik Kepada Korban Banjir Bandang di Lebak

oleh -
Ilustrasi bantuan korban bencana alam.

LEBAK, REDAKS24.COM – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) memberikan bantuan logistik berupa kebutuhan sembako dan pakaian layak pakai kepada korban
terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten.

Penyerahan bantuan itu diberikan secara simbolis oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI MPO, Zuhad Aji Fimantoro kepada korban terdampak banjir bandang di Kampung Sajira Barat, Desa Sajira, Kecamatan Sajira.

Kata Zuhad, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada seluruh kader HMI MPO agar bergotong royong membantu para korban terdampak bencana di daerahnya masing-masing, termasuk di daerah Kabupaten Lebak.

” Setiap Insan HMI harus mampu menjadi kader militan yang mempunyai nilai kemanusiaan serta berintelektual, Melalui kegiatan ini, kami harap kawan-kawan bisa terus bersemangat sehingga terciptanya jiwa islami dan terbentuknya kader-kader yang mempunyai intelektual serta mampu menjalankan nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan ajaran islam,” kata Zuhad kepada Redaksi24.com, Minggu (12/1/2020).

Sementara itu, ketua Cabang HMI MPO Lebak Aceng Hakiki mengatakan, saat ini pihaknya telah mendistribusikan bantuan logistik dan tenaga ke tiga lokasi terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak.

BACA JUGA:

Bantuan Bagi Korban Banjir Terus Berdatangan ke Kabupaten Lebak

Jokowi Minta Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir Bandang di Lebak Selesai 4 Bulan

Bantuan pertama, kata Aceng diberikan kepada masyarakat yang mengungsi di Posko pengungsian Gor Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, dan di Kampung Sajira Barat, Desa Sajira, Kecamatan Sajira, serta di Kampung Bolang, Desa Bunggurmekar, Kecamatan Sajira.

Katanya, tidak hanya sebatas distribusi logistik, pihaknya juga akan terus mensuport para korban terdampak banjir bandang agar dapat bangkit lagi dari keterpurukan bencana ini.

” Kita akan terus memberikan support, dengan memberikan pembinaan kepada masyarakat bagaimana caranya menghidupkan kembali taraf perekonomian dan pendidikan pasca bencana, sehingga masyarakat dapat kembali lagi beraktivitas dengan normal, dan para anak-anak dapat terus melanjutkan pendidikannya,” pungkasnya.(Yusuf/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.