Heboh, Pemuda Kota Serang Mengaku Imam Mahdi

  • Whatsapp
MUI Kota Serang
Sekretaris MUI Kota Serang, Amas Tajudin memberi keterangan pers terkait peristiwa menghebohkan di Kecamatan Taktakan.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemuda berinisial ML asal Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten membuat masyarakat gempar. Pasalnya, pemuda tersebut mengaku sebagai Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu umat akhir zaman.

Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang, Amas Tajudin mengatakan, kronologis kejadiannya pada Sabtu 18 April 2020 pukul 11. 30 WIB kediaman ML didatangi Habib Ali bin Jindan dari Bekasi beserta rombongan, melakukan interogasi dan klarifikasi yang dilakukan sebelumnya di media sosial (Medsos) antara Habib Jindan dan ML telah terjadi kontak di dunia maya isinya saling menantang.

Bacaan Lainnya

Diskusi yang makin panas yang disaksikan orang tua ML serta Ketua RW dan perwakilan warga setempat. Karena itu, Habib Jindan meminta klarifikasi kepada ML terkait 2 hal, pertama dari mana asal usul ML mengaku sebagai habib dan kedua bagaimana ceritanya ML mengaku sebagai Imam Mahdi.

“Peristiwa ini terjadi dilatarbelakangi pengakuan ML di Medsos yang menyatakan dirinya adalah habib sekaligus Imam Mahdi yang dijanjikan akan turun ke muka bumi sesuai dengan hadis yang ia yakini,” sambungnya.

Amas menceritakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 sampai dengan pukul 14.00 WIB dan setelah itu rombogan Habib Ali Jindan meninggalkan lokasi. Kemudain ML dibawa petugas kepolisian dengan maksud dan tujuan untuk diamankan.

“Karena ada informasi organisasi yang dinaungi Habib (Ali Jindan) yang berada di Cilegon, Cikande dan Kota Serang juga akan melakukan hal yang sama akan datang ke kediaman ML bersama orang tuanya itu,” ujarnya.

Lanjut Amas, MUI Kota Serang meminta izin kepada Kapolres Serang Kota untuk mendalami kasus tersebut. “Untuk kami lebih mendalami diskusi terkait dengan keyakinan ML sebagai Imam Mahdi. Proses diskusi terjadi sejak pukul 16.30 atau 17.00 di sesi pertama sampai dengan 20.30 Sabtu malam detailnya sudah kami tulis dalam bentuk tulisan,” ungkap Amas.

Menurut Amas, ML meyakini sebagai Imah Mahdi dan dibenarkan pengikutnya keyakinan tersebut itu diperoleh dari sebuah wiridan atau dzikir tertentu yang disebut ML sebagai zikir olah sendiri dan bukan dari gurunya dan tidak ada bimbingan guru.

“Dari bacaan yang diamalkan dia merasa yakin betul sebagai Imam Mahdi,” ungkapnya

Ciri pertama dia memiliki tanda lahir berwarna hitam bentuk segi tiga di tangan kiri sebelah kiri menghadap kiblat, Dikatakan Amas, kemudian kedua dia memiliki rambut yang ujungnya berwarna cokelat kemerah merahan atau merah kecoklat coklatan, dan ketiga memiliki dahi jidat lebar dengan hidung melengkung.

“3 ciri inilah menurut ML ada pada dirinya dan dia makin klop sebagai Imam Mahdi. Karena dia semakin yakin sebagai Imam Mahdi, kemudian dia memposting di 5 akun medsos miliknya,” paparnya.

Selain itu, kata Amas, ML mendirikan perguruan namanya Naga Derajat yang telah direkrut sebanyak 7 orang murid yang tersebar di Kaujon, ada juga yang di kompleknya dekat kediamannya dan di Pakupatan.

“Karena itu, semakin yakin dia menjadi Imam Mahdi. Ketika diklarifikasi Habib Jindan, ML masih kekeh sebagai Imam Mahdi,” ujarnya.

Namun begitu, MUI Kota Serang menyimpulkan tidak ada ciri-ciri Imam Mahdi yang terdapat pada ML. Pengakuan ML bergelar habib juga tidak dapat dibenarkan. “Kami sarankan untuk dikembalikan kepada keluarganya dengan ketentuan MUI bertanggungjawab melakukan pembinaan bersama Muspika Taktakan,” papar Amas.

Lebih jauh Amas menjelaskan bahwa ML saat ini usianya relatif masih muda yaitu 24 tahun dan masih lajang, kemudian dia tamat SMA, mondok di sebuah pesantren yang tidak jauh dari rumahnya, tempatnya masih di Kecamatan Taktakan.

“Kemudian pekerjaan yang dapat diperkirakan, karena masih usia SMA dia lebih banyak kepada perjalanan spiritual dan menurut keterangan dari bapaknya ML pun pernah bekerja disebuah perusahaan BUMN terkenal di Cilegon. Tetapi kemudian berhenti karena ML lebih menekuni bidang yang dia yakini saat ini,” terang Amas.

Selain itu, Amas menghimbau kepada seluruh warga agar tidak terprovokasi dengan kejadian seperti ini. “Urusan protap keamanannya kepada kepolisian kepada pihak yang berwajib, pembinaan keagamaannya serahkan kepada guru guru yang dipercaya yang ditunjuk MUI Kota Serang,” tuturnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.