Hebat, Warga Baduy Lebak Hingga Kini Tak Tersentuh COVID-19

oleh -
warga baduy kabupaten lebak banten kasus covid-19 hebat cikur jahe merah
Sejak pandemi COVID-19 merebak tahun 2020 lalu, warga Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, tidak diperkenankan untuk keluar daerah.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Sejak awal pandemi 2020 hingga kini, tidak ditemukan satupun kasus COVID-19 di kawasan pemukiman suku Baduy, Kabupaten Lebak, Banten. Kasus penyebaran corona di pemukiman suku pedalaman itu, hingga kini masih nihil alias nol persen.

Kepala Puskesmas Cisimeut, Kabupaten Lebak, Banten, Dr Maytri Nurmaningsih kepada wartawan Rabu (30/6/2021) mengatakan, tidak adanya kasus konfirmasi positif COVID-19 di pemukiman Baduy diketahui dari hasil tes usap antigen terhadap sejumlah warganya.

“Meski Lebak masuk zona merah penyebaran COVID-19, tapi tidak ditemukan kasusnya pada masyarakat Baduy hingga kini,” ungkap Maytri.

Kondisi kondusif dari corona itu, menurut Maytri, tidak lepas dari prilaku disiplin masyarakat Baduy untuk mematuhi imbauan tetua adat dengan tidak banyak kegiatan ke luar daerah.

BACA JUGA: Kasus COVID-19 Belum Ditemukan Di Baduy Alias Nol Kasus

Selain itu juga warga Baduy tetap bekerja di ladang-ladang huma, sehingga tidak berhubungan kontak erat dengan orang luar pemukiman. Bagi wisatan yang hendak ke kawasan pemukiman masyarakat Baduy, harus memperketat penerapan protokol kesehatan (Prokes).

Wisatawan harus memakai masker, tidak berkerumun dan tidak membuang sampah sembarangan. Kami minta kawasan Baduy lebih diperketat, semua wisatawan harus dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan mematuhi Prokes guna mencegah corona,” katanya.

Menurut dia, petugas medis Puskesmas Cisimeut mengapresiasi tetua adat masyarakat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes Jaro Saija. Dimana Puskesmas Cisimeut membawahi pelayanan di enam desa.

Namun yang disiplin dan mematuhi program pemerintah untuk pelayanan vaksinasi publik bagi aparatur desa hanya Jaro Saija yang dilakukan vaksin. Sedangkan, aparatur di lima desa lainnya hingga kini belum ada yang divaksinasi.

“Kami sudah melaporkan ke Camat Leuwidamar agar mereka bisa dilakukan vaksinasi,” katanya.

BACA JUGA: Wisata Budaya Masyarakat Baduy Kembali Dibuka Untuk Umum

Sementara itu, Jaro Saija mengatakan, jumlah warganya tercatat 11.800 jiwa yang tersebar di 68 kampung. Hingga kini tidak ditemukan kasus penyebaran COVID-19.

Sejak merebaknya penularan virus corona, kata dia, masyarakat Baduy dilarang keluar daerah, seperti Jakarta, Tangerang dan Bogor. Begitu juga warganya jika keluar daerah diminta untuk pulang dan sebelum masuk pemukiman adat terlebih dahulu menjalani pengecekan kesehatan di Puskesmas setempat.

“Semua warga Baduy sudah dilakukan pencegahan penularan virus corona dengan minum obat tradisional dari cikur dan jahe merah,” katanya.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.