Hasil Rapid Test, 47 Warga Pandeglang Reaktif Covid-19, 18 Orang Invalid

  • Whatsapp
rapid test
Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Banten tengah menggencarkan rapid test untuk mendeteksi covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Banten mencatat ada 47 warga yang reaktif covid-19 setelah menjalani rapid test per tanggal 15 Juni 2020. Sejauh ini, sudah sebanyak 3.207 warga Pandeglang yang menjalani rapid test covid-19.

Staf pelayanan Call Center Penanggulangan Covid-19 bagian Pengendalian Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Dr Della mengatakan, selain 47 orang rekatif, hasil rapid test juga mencatat sebanyak 18 orang dinyatakan invalid.

Bacaan Lainnya

“Data itu dari kegiatan rapid test di sejumlah kecamatan dan sejumlah lembaga pemerintahan yang dilaksankan sejak terjadi kasus positif covid-19 di Pandeglang,” ungkap Della melalui sambungan telepon, Selasa (16/6/2020).

Dela menyarankan warga yang reaktif menjalani isolasi mandiri. Selain itu, kata dia, tim gugus tugas penanggulangan covid-19 juga akan melakukan tes swab terhadap warga yang reaktif rapid test tersebut.

“Tes swab dilakukan untuk memastikan warga yang reaktif rapid test benar atau tidaknya positif covid-19.  Kami masih menunggu hasil tes swab. Untuk pencegahan, warga yang reaktif rapid test disarankan isolasi mandiri,” katanya.

Saat ditanya hasil rapid test yang invalid, Della menjelaskan,  saat dilakukan pemeriksaan alat kontrol pada rapid test tidak terbaca. “Secara keseluruhan ada sebanyak 18 rapid test yang hasilnya invalid,” jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pandeglang, Dr Achmad Sulaeman menuturkan, pasca 4 warga di 4 kecamatan  positif covid-19, pihaknya langsung melakukan tracking terhadap warga di sekitar kediaman orang positif covid-19 tersebut.

“Kami terus melakukan tracking terhadap warga di Kecamatan Labuan, Cimanuk, Karangtanjung dan Mekarjaya. Untuk anggota keluarga yang dinyatakan positif covid-19, telah dilakukan tes swab dan tinggal menunggu hasilnya,” tuturnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.