Hasil Rapid Tes, 109 Orang PDP se-Banten Reaktif Covid-19

  • Whatsapp
Rapid tes
Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemprov Banten, Ati Pramudji Hastuti memberi keterangan pers terkait hasil rapid tes Covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, Ati Pramudji Hastuti menyatakan, sebanyak 109 pasien dalam pengawasan (PDP) se Banten dinyatakan reaktif virus Corona atau Covid-19. Hal itu berdasarkan hasil rapid tes yang dilakukan, baik di RSU Banten maupun di delapan kabupaten/kota.

Informasi yang dihimpun, dari 109 PDP yang dilakukan rapid tes, 106 berasal dari wilayah Tangerang Raya, sedangkan tiga diantaranya merupakan PDP yang berada di Rumah Sakit Umum (RSU) Banten.

Bacaan Lainnya

Meski begitu, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemprov Banten itu mengaku, hasil rapid tes bukan untuk penegak diagnostik. Ia menilai, hasil rapid tes yang dinyatakan reaktif bukan berarti positif Covid-19.

“Jadi ketika rapid tesnya dinyatakan reaktif maka harus dilakukan rapid tes ulang satu kali lagi. Ketika hasilnya tetap reaktif atau positif, dia harus tetap dilakukan swab (pemeriksaan air liur). Jadi diagnosa (Covid-19) harus melalui swab,” kata Ati kepada wartawan di Kantor Dinkes Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (1/4/2020).

Dijelaskan Ati, rapid tes yang dilakukan saat ini lebih diutamalkan untuk PDP, tenaga kesehatan yang  kontak langsung dengan PDP dan kasus positif (confirm) dan masyarakat yang kontak erat dengan PDP dan kasus confirm. Ia juga mengaku, hingga saat ini rapid tes yang dilakukan Pemprov Banten sebanyak 108 tes, dimana tiga dinyatakan reaktif.

“Yang tiga orang ini ditujukan kepada pasien PDP. Untuk kabupaten/kota kami sudah mencoba data hari ini (ada) 106 sudah dinyatakan reaktif  itu dari Tangerang Raya, yang lain belum ada,” jelasnya.

Terkait dengan perkembangan data Covid-19 hingga 31 Maret 2020, lanjut Ati, jumlah orang dalam pengawasan (OPD) di Banten mencapai 2.710 orang. Dimana 266 orang dinyatakan sembuh, sedangkan 2.444 menjalani rawat inap.

Untuk jumlah PDP saat ini mencapai 357 orang, dimana 33 orang dnyatakan sembuh, 305 orang masih dalam perawatan danm 19 orang meninggal. Sedangkan untuk kasus poistif saat ini mencapai 92 kasus, dimana enam orang dinyatakan sembuh, 73 orang dirawat dan 13 meninggal.

“Untuk pasien di RSU Banten sampai 31 Maret ada 88 orang terdiri dari PDP 84 orang dan positif 4 kasus. Dimana RSU Banten ini hanya menerima rujukan dari wilayah Banten dan dari 88 orang yang dirawat baik PDP dan positif rata-rata berasal dari Tangerang Raya,” katanya

“Jadwal dari pada update data kami lakukan di 18.00 WIB. Karena kami juga menganggu banyak pelayanan, jadi kami konsentrasikan pelayanan agar selalu mengalami perbaikan sesuai harapan masyarakat,” sambungnya.

Terpisah, Sekda Banten, Al Muktabar mengatakan, Pemprov Banten telah memberikan pembiayaan kepada kabupaten/kota melalui bantuan keuangan dan memperbolehkannya untuk digunakan dalam penanganan corona virus disease (Covid-19) di masing-masing wilayahnya.

“Gubernur Banten telah melakukan langkah-langkah berbagai hal untuk menangani Covid 19. Gubernur Banten melakukan pembiayaan melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) ke kabupaten/kota yang diperbolehkan untuk upaya menangani corona (Covid 19),” kata Muktabar seraya menyebut, “Termasuk yang terdistribusi ke desa (bantuan keuangan desa) dapat diarahkan untuk penanganan corona (Covid 19),” sambungnya.

Dijelaskan Muktabar, berdasarkan hasil rakor dengan pemerintah pusat, disepakati digulirkannya istilah Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB). Istilah tersebut dimaksudkan agar tidak membuat kebingungan dalam peristilahan pada upaya menangani langkah pembatasan.

BACA JUGA:

. Pemprov Banten Tidak Akan Terapkan Karantina Wilayah

. Pemprov Banten Rencanakan Potong Tunjangan ASN

. 107 Tenaga Medis Covid-19 RSUD Banten Belum Dikarantina

Dalam rakor itu Muktabar mengaku, Pemprov Banten juga melaporkan kondisi terkini terkait Covid 19 di Provinsi Banten. Termasuk meminta perhatian Pemerintah Pusat dalam keterkaitan wilayah antara Provinsi Banten dengan DKI Jakarta.

“Berbasis wilayah Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, secara khusus wilayah tersebut untuk mendapat perhatian bersama dari Pemerintah Pusat dalam penanganan Covid-19,” jelasnya.

Menurut Muktabar, gubernur se-Jawa akan bersepakat dalam rangka menangani bersama Covid-19 di Indonesia dan Provinsi Banten akan berperan aktif dalam penangan bersama tersebut. “Gubernur juga menyampaikan pesan Pemprov Banten akan patuh pada apa yang menjadi arahan dari Pemerintah Pusat,” ujarnya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.