Haru Seorang Janda Berusia Senja Melihat Rumahnya Direhab Pemkab Tangerang di Tigaraksa

  • Whatsapp
Pemkab tangerang
Salah satu rumah warga Tigaraksa yang direhap Pemkab Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Suasana teduh dengan pepohonan yang cukup rimbun begitu terasa saat Redaksi24.com tiba di Kampung Kedondong RT 005, RW 003, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Sementara, bunyi alat perkakas kuli bangunan terdengar dari sebuah rumah yang atapnya nyaris ambrol karena lapuk dimakan usia. 

Bacaan Lainnya

Pada kursi plastik yang berjajar, nampak Suhayati, janda beranak empat yang tak lagi muda, sedang duduk. Meski ditutupi masker, namun Suhayati tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya setelah rumah tidak layak huni yang ia tempati sejak tahun 1987 terpilih dalam program bedah rumah oleh Kecamatan Tigaraksa. 

Kepada Redaksi24.com, janda berusia 55 tahun itu, Rabu (7/10/2020) mengaku bersyukur di usianya yang sudah mulai senja rumahnya dibangun agar lebih layak untuk dijadikan tempat tinggal. Dengan mata yang berkaca-kaca, Suhayati bercerita,  jika kondisi rumah dengan atap yang hampir roboh serta konstruksi  dindingnya yang tak lagi kokoh itu sudah terjadi selama bertahun-tahun. 

BACA JUGA: Gebrak Pakumis Plus Segera Realisasikan Bedah Rumah

Meski demikian, Suhayati tak bisa berbuat banyak. Pasalnya selain bertahan menjalani hidup bersama keempat anaknya di rumah yang nyaris roboh, ia juga tidak memiliki cukup uang untuk memperbaikinya.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur mendapat bantuan bedah rumah ini. Sudah tiga tahun kondisinya seperti ini, saya sangat bahagia dan berterima kasih atas bantuan pembangunan rumah ini,” kata Suhayati sambil menahan air mata di pelupuk matanya. 

Sementara itu Camat Tigaraksa, Rahyuni yang duduk mendampingi Suhayati mengungkapkan, dari pendataan sejak  2019 lalu saat dirinya baru bertugas di wilayah Tigaraksa, ada sekitar 680 rumah tidak layak huni. Namun, 55 rumah diantaranya sudah layak huni berkat program parsial Kecamatan dan program Gebrak Pakumis dari Pemda Kabupaten Tangerang. 

“Tahun ini ada 55 rumah yang akan direnovasi dengan anggaran sebesar 19 juta setiap rumahnya,” kata Rahyuni kepada Redaksi24.com.

BACA JUGA: Wow! Anggaran Gebrak Pakumis Plus Kabupaten Tangerang Capai 20 Miliyar

Sebagai Camat di pusat Ibu Kota Kabupaten Tangerang, Rahyuni mengaku cukup dikagetkan karena masih ada rumah tidak layak huni di perkampungan-perkampungan Tigaraksa. Oleh karenanya, ia berharap program bedah rumah tersebut bukan hanya dilaksanakan oleh dinas atau kecamatan, tetapi bisa juga dilakukan oleh seluruh desa maupun kelurahan.

“Makanya kemarin sempat saya tekankan 1 desa 1 rumah, 1 kelurahan 2 rumah tapi terkendala suasana Covid-19 dengan rasionalisasi anggaran sebesar 50%,” imbuhnya.

BACA JUGA: Pemkab Tangerang Targetkan 1000 Bedah Rumah Selesai Akhir Tahun 2019

Menutup wawancaranya, Rahyuni mengatakan, belum lama ini ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Bupati, dan Bappeda Kabupaten Tangerang untuk menganggarkan program bedah rumah 5 rumah satu desa. 

“Kita juga berharap di kecamatan untuk ke depan ditambah lagi anggaranya terlebih program bedah rumah ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah Kabupaten Tangerang,” tutur Rahyuni di akhir wawancara. (Ricky/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.