Haris Azhar: Ada Kekuatan Besar Dalam Kasus Penguasaan Lahan di Teluknaga

oleh -
teluknaga, mafia tanah, lokataru, kabupaten tangerang,
Sejumlah warga di wilayah Pantura Kabupaten tngereng menggeruduk kantor BPN Kabupaten Tangerang terkait adanya perubahaan status tanah miliknya//Dok.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar mengungkakan ada kekuatan besar dalam kasus pengguasaan lahan di Teluknaga Kabupaten Tangerang. Kekuatan besar tersebut menurut Haris mampu merubah data pertanahan secara ilegal sehingga seolah menjadi pemilik lahan di lokasi tanah milik banyak warga.

“Kekuatan besar in dalam arti ada kekuatan yang bisa ‘memaksakan’ BPN Kabupaten Tangerang merubah data secara ilegal, menggunakan sumber data palsu,menggunakan “boneka-boneka” untuk seolah menjadi pemilik tanah. Dan hal ini dilakukan dibanyak Iokasi tanah milik banyak orang,” ujar pria yang juga berprofei sbagai seorang advokat ini.

Menurut Haris, hal ini bukan pelanggaran hukum biasa, dimana ada orang atau kelompok yang bisa mengakses pejabat dan melakukan tindakan sesuai keinginannya.

“Ini  bahaya masa negara kalah. Kalau pakai argumentasi bahwa pengadilan sudah menetapkan A atau B, ini mah sudah diketahui orang banyak ada hakim-hakim yang bisa diatur,” tegas pria yang pernah menjadi Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan pada 2010-2016 ini.

BACA JUGA: Pemberantasan Mafia Tanah, DPR Sebut BPN Harus Dibenahi

Sedangkan terkait adanya pihak yang tidak setuju keberadaan mafia tanah dan menyebut telah terjadi stigmatisasi, Haris mengatakan itu terserah saja karena mafia tanah  adalah terminologi informal. Menurut Haris seharusnya kita membiasakan melihat substansinya.

“Aksi penguasaan Iahan di Teluknaga itu mau dibilang mafia tanah atau bukan, terserah aja. Toh itu kan hanya terminologi informal aja. kita harus‘ membiasakan melihat substansinya ada kekuatan besar dalam kasus penguasaan lahan di Teluknaga,” jelasnya. 

“Apakah semua ini mafia tanah? Silahkan setuju atau tidak. Faktanya hal-hal di atas terjadi. Kalau tidak setuju dengan saya. Coba komentator-komentator serta profesor profesor bicara ke korban. Jangan cuma bicara ke media,”pungkasnya.

Sebelumnya dalam instagram pribadinya, mantan Mentei Luar Negeri Dino Patti Djalal terobsesi untuk memfasilitasi pertemuan antara ribuan korban mafia tanah dengan para pejabat terkait. Dia menyebut selain dialami keluargaya beberapa kasus mafia tanah terjadi di Indonesia seperti terjadi Teluknaga, Kabupaten Tangerang

“Kasus ini membuat orang makin sadar bahwa masalah ini (korban mafia tanah) banyak terjadi di lapangan. Penting sekali bagi pemerintah untuk mengkaji kebijakan melawan mafia tanah,” papar ria yang juga sempaat enjaaa sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini.

Menurut Dino, banyak orang-orang miskin yang menjadi korban. Tanah dicaplok begitu saja, padahal itu tanah dari petani miskin,

 “Banyak orang-orang miskin yang kena, kami lihat kemarin di Teluknaga misalnya, itu kan luar biasa. Tanah dicaplok begitu saja, padahal itu tanah dari petani miskin,” ucapnya. 

Dino berharap, perlu ada gebrakan agar masalah mafia tanah bisa tertangani dengan baik. Sebab mafia tanah selalu lebih kuat, punya modal dan lebih licik. 

“Saya harap polisi berpihak pada korban, pada hukum dan pada rakyat. Bukan pada sindikat,” tegasnya.(Iqbal/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.