Hari Ini Hakim, Akan Putuskan Nasib Habib Rizieq Dalam Kasus Kerumunan

oleh -
Hari Ini Hakim, Akan Putuskan Nasib Habib Rizieq Dalam Kasus Kerumunan
PN Jaktim/Ist.

JAKARTA,REDAKSI24.COM–Hari ini Kamis (27/5/2021) hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur  (Jaktim) dijadwalkan akan membacakan putusan perkara kerumunan Petamburan dan Megamendung dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab. Namun begitu pihak pengadilan belum bisa memberikan informasi terkait jamnya  karena bersamaan dengan perkara lainnya yang harus dihadapi Habib Rizieq.

“Waktu sidang dimulai pukul 09.00 WIB atau ditentukan kemudian karena bersamaan dengan sidang perkara 223, 224, 225,” kata Humas PN Jaktim, Alex Adam Faisal saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (27/5/2021). 

Alex mengatakan sidang putusan kasus kerumunan itu juga bersamaan dengan agenda pemeriksaan terdakwa untuk kasus tes usap RS UMMI Bogor dengan terdakwa Rizieq Shihab, Hanif Alatas dan dr. Andi Tatat.

BACA JUGA: Pemprov DKI Denda Habib Rizieq Shihab Rp50 Juta Karena Langgar Prokes

Lebih lanjut, Alex mengatakan bahwa sidang putusan kasus kerumunan Rizieq Shihab tersebut juga akan disiarkan secara daring melalui YouTube PN Jakarta Timur.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Rizieq Shihab hukuman penjara selama 10 bulan untuk kasus kerumunan di Megamendung saat peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Agrikultural Markaz Syariah.

BACA JUGA: Buntut Kerumunan Petamburan, Anies Copot Wali Kota Jakarta Pusat dan Kadis LH

Selain itu, JPU juga menuntut Habib Rizieq hukuman penjara selama dua tahun untuk kasus kerumunan di Petamburan saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

Jaksa juga menjatuhkan pidana tambahan kepada mantan pimpinan FPI berupa pencabutan hak memegang jabatan pada organisasi kemasyarakatan selama tiga tahun.

“Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa Muhammad Rizieq bin Husein Shihab berupa pencabutan hak terdakwa memegang jabatan pada umumnya atau jabatan tertentu, yaitu menjadi anggota dan atau pengurus organisasi kemasyarakatan selama tiga tahun,” ujar jaksa saat membaca tuntutan.

Dalam tuntutannya, JPU juga membacakan hal-hal yang memberatkan terdakwa Rizieq Shihab seperti yang bersangkutan pernah dihukum dua kali pada tahun 2003 dan 2008 serta dianggap dianggap memberi keterangan yang berbelit-belit sehingga memperlambat jalannya sidang.

Selain itu, jaksa juga menyatakan Habib Rizieq juga tidak mendukung program pemerintah dalam percepatan pencegahan COVID-19, bahkan memperburuk kesehatan masyarakat hingga mengganggu keamanan dan ketertiban umum di masyarakat. (Yogi/Ant/hendra) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.