Harganya Melonjak, Bawang Putih di Pasaran Banten Dipasok dari Cina

  • Whatsapp
harga Bawang Putih di banten
Pedagang bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Banten mengekuhkan adanya kenaikan harga bawang putih hingga 100 persen.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM –  Harga bawang putih di sejumlah pasar di Banten naik vhingga seratus persen lebih. Dalam kondisi normal, harga bawang putih berkisar Rp25.000/Kg. Namun saat ini harganya mencapai Rp70.000/Kg. Namun kenaikan itu dinilai hanya sesaat, karena merebaknya isu virus Corona di Cina yang mengakibatkan harga bawang putih melonjak.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Babar Suharto mengakui, sebagian besar pasokan bawang putih yang masuk ke Banten berasal dari Cina. Sehingga ketika ada kabar itu, para tengkulak memainkan harga dengan alasan kelangkaan barang.

Bacaan Lainnya

Padahal, menurut Babar, stok bawang putih di Banten untuk tahun ini sudah dipasok pada tahun sebelumnya. Sementara persediaan bawang putih untuk tahun depan, kata Babar, akan dipasok ke sejumlah pasar pada tahun ini.

“Kalau rata-rata di pasaran sekitar Rp65.000/Kg, meskipun ada juga yang menjual Rp70.000/Kg. Jadi sebenarnya pasokan bawang putih itu masih aman, tidak ada kaitannya dengan dampak virus Corona di Cina. Ini hanya efek psikologis sesaat saja, sebentar lagi juga saya rasa akan turun,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (13/2/2020).

Babar menambahkan, berdasarkan pantauan harga di pasaran pihaknya tidak menemukan harga kebutuhan pokok lainnya yang mengalami kenaikan. Hingga sampai saat ini semuanya masih aman dan terkendali.

“Hanya bawang putih saja. Itupun kami yakin tidak akan lama,” katanya.

BACA JUGA:

. Persatuan Mahasiswa Banten Tolak Omnibus Law RUU Cilaka

. Dewan Soroti Semrawutnya Penempatan Pejabat di Pemprov Banten

. Kebut Proyek Reaktivasi Jalur Kereta Api Lintas Rangkasbitung-Labuan, Gubernur Banten Bentuk Tim Khusus

Babar melanjutkan, sebagian juga ada yang mengalami penurunan harga, seperti bawang merah dan cabai. Namun walaupun demikian pihaknya tetap mengantisipasi lonjakan kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Terlebih sekarang ini, kata dia, memasuki musim penghujan, dikhawatirkan para petani yang sudah siap panen mengalami puso karena lahannya mengalami banjir. “kondisi demikian itu juga harus diwaspadai,” tutupnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.