Harga Gas Melon dan BBM di Lokasi Bencana Lebak Naik Hingga 300 Persen Lebih

  • Whatsapp
Ilustrasi harga gas melon naik.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Pasca terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten, diikuti dengan naiknya harga gas melon dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah yang terdampak bencana. Akibatnya, warga setempat mengeluhkan hal tersebut, mengingat kenaikan itu sangat memberatkan mereka.

Seperti yang terjadi di Desa Lebak Situ, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten. Kenaikan gas elpiji yang semula berkisar Rp. 28 ribu, menjadi Rp. 80 ribu. Begitu juga dengan bensin yang awalnya hanya Rp 6,5 – 10 ribu, menjadi Rp 30 ribu perliter.

Bacaan Lainnya

Menurut warga Desa Lebak Situ, Maman, kenaikan gas berukuran 3 Kg dan BBM terjadi sejak pasca bencana atau putusnya jembatan Muhara yang menghubungkan antara Kecamatan Lebakgedong, dengan Kecamatan Cipanas yang terjangan banjir bandang.

Pasalnya, kata dia, para pengecer gas dan BBM itu untuk mendapatkan barang tersebut, mereka harus
menggunakan jalan alternatif yang jarak tempuhnya lebih jaug dan medan yang cukup berat. ” Semuanya serba naik, karena akses menuju kampung lebih jauh,” kata dia kepada Redaksi24.com, Senin (20/1/2020).

Lebih lanjut Maman mengungkapkan, selain kesulitan mendapatkan gas elpiji, ¬†sebanYak 400 kepala keluarga yang tinggal di 3 kampung di Desa Lebak Situ juga terisolir. “Kalau kondisi bangunan rumah di 3 kampung itu aman. Hanya saja akses jalan belum terbuka sehingga membuat warganya mulai kekurangan bahan makanan,”katanya.

BACA JUGA:

. Penanganan Bencana di Lebak Diharapkan Tidak Terbentur Oleh Administrasi

Maman mengatakan, bahan makanan kurang karena memang jarak antara kampung ke titik lokasi bantuan berjarak 7 kilometer. Dan Akses jalannya hanya bisa ditempuh menggunakan sepeda motor. “Dulu bantuan yang dikirim dengan helikopter hanya sampai ke Kantor Desa. Sehingga banyak warga yang rumahnya jauh dari kantor desa itu tidak kebagian,” kata dia.

Dikonfirmasi masalah tersebut, Kabag Administrasi Pembangunan Setda Lebak, Azis Suhendi mengaku kaget. Pasalnya berbagai bantuan sudah disalurkan kemkampung tersebut dengan menggunakan helikopter. Bahkan untuk memastikan hal itu, katanya, pihaknya menanyakan langsung kepada kades-nya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.