Harga Bawang Merah di Pasar Tradisional Pandeglang Melonjak

  • Whatsapp
harga bawang merah
Komoditas bawang merah di sejumlah pasar tradisional Pandeglang harganya melonjak cukup tinggi.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Beban warga nampaknya semakin bertambah. Setelah dihantam pandemi covid-19, kini warga harus dihadapkan dengan melonjaknya harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok, termasuk sayur mayor. Salah satu komoditas sayur yang harganya melonjak adalah bawang merah.

Di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pandeglang, Banten, harga komoditas bawang merah melonjak cukup signifikan. Pantauan redaksi24.com di Pasar Kadulogak, Kecamatan Menes, harga bawang merah mencapai Rp48 ribu dari semula Rp 25 ribu perkilogram.

Bacaan Lainnya

Kenaikan harga tersebut juga terjadi pada sejumlah jenis bahan kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak goreng yang tadinya Rp10 ribu naik menjadi Rp12 ribu perkilogram. Bahkan untuk harga sayur mayur seperto kol naik signifikan, yang sebelumnya Rp 70 ribu menjadi Rp120 ribu perkantung plastik.

Namun ada juga sebagian jenis barang kebutuhan pokok yang harganya relatif turun, seperti telur yang tadinya sebesar Rp28 ribu, menjadi Rp24 ribu perkilogram, bawang putih harganya turun dari Rp60 ribu menjadi Rp40 ribu perkilogram, serta cabai merah, cabai rawit harganya juga relatif turun.

Seorang pedagang sayur di Pasar Kadulogak Menes, Pandeglang, Eha mengakui kenaikan harga bawang merah cukup tnggi. Kata dia, kenaikan harga bawang merah terjadi sejak sebelum Ramadan, tepatnya saat pandemi covid-19 mulai masuk ke Indonesia.

“Harga bawang merah sampai sekarang masih tinggi. Kemungkinan besar hingga menjelang Lebaran, mungkin karena dampak pandemi covid-19,” ungkap Eha, Kamis (7/5/2020).

Lanjut dia, memang untuk saat ini harga kebutuhan pokok tidak stabil. Ada yang turun drastis seperti harga cabai bahkan ada juga yang harganya naik signifikan. “Tak hanya itu, ada juga sebagian jenis barang kebutuhan pokok yang sulit didapat. Seperti santan, selain haranya naik barangnya juga langka,” katanya.

Seorang pembeli sembako, Nursiah mengaku terasa terbebani dengan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Seperti bawang merah yang setiap harinya dibutuhkan untuk memasak, harganya melonjak cukup tinggi.

Dia berharap pemerintah bisa menekan harga kebutuhan pokok di pasaran. Apalagi kondisi ekonomi masyrakat yang saat ini sedang merosot. “Jangan sampai rakyat kecil seperti kami kesulitan, kami minta pemerintah bisa menekan harga kebutuhan pokok itu,” harapnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.