Harga Ayam Potong dan Telur di Kota Serang Naik

  • Whatsapp
harga telur kota serang
Pedagang telur di Pasar Induk Rau Kota Serang.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pada masa transisi menuju new normal harga daging ayam dan telur di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang, Banten, naik cukup signifikan. Naiknya harga dipicu karena pasokan kedua komoditas itu berkurang.

Salah satu pedagang daging ayam di PIR, Mustofa (30) mengatakan, untuk saat ini daging ayam dijual seharga Rp40.000 per kilogram dari semula Rp35.000 per kilogram. Mustofa mengaku, kenaikan harga tersebut sudah terjadi cukup lama.

Bacaan Lainnya

“Harganya naik karena pasokan ayam semakin menurun karena hasil panen berkurang. Sudah lama naiknya, sejak habis lebaran,” katanya kepada wartawan di PIR Kota Serang, Selasa (30/6/2020)

Pedagang lainnya, Kosim (42) mengungkapkan banyak pembeli yang mengeluhkan dengan kenaikan harga tersebut. Akan tetapi, dia mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kenaikan harga itu.

“Banyak pelanggan mengeluh, tetapi mau bagaimana lagi memang sudah dari sananya,” imbuhnya.

BACA JUGA: 30 Beroperasi, SMA/SMK Prisma Kota Serang Tiba-tiba Sekolah Tutup

Dia berharap pihak terkait Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk membantu menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok, terutama komoditas ayam potong. “Kami harap harga stabil supaya pelanggan tidak keberatan dan saya menjualnya juga enak,” harapnya.

Selain harga ayam potong, harga telur ayam juga naik pada kisaran Rp3.000. Satu kilogram telur ayam dijual seharga Rp27.000 dari semula Rp24.000. “Biasanya kalau harga naik sudah dari distributornya,” kata Siti Azijah (27) pedagang telur ayam di PIR.

Sementara itu, salah satu pembeli, Tri (40) warga Kelurahan Cinanggung, Kota Serang, mengeluhkan naiknya sejumlah harga bahan kebutuhan pokok yang ada di Pasar Induk Rau. Tri mengaku kenaikan harga sejumlah bahan pokok tersebut cukup memberatkannya, terlebih pada masa pandemi covid-19.

“Saya berharap pemerintah bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok, karena sekarang serba susah. Mau cari kerja susah karena PHK sudah terjadi dimana-mana,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.