Hanya Untuk Gagah Gagahan Kawanan Remaja di Tangerang Lakukan Kekerasan Sambil Live di Medsos

  • Whatsapp
Polsek mauk
Polsek Mauk gelar kasus kericuhan sekelompok remaja.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Mauk mengamankan 3 orang remaja yang terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pengerusakan kendaraan bermotor di kawasan Jalan Raya Gintung, Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu dini hari (09/08/2020) lalu. Ketiganya adalah AW (17), ER (17), dan RU (17). 

Kapolsek Mauk AKP Kresna Aji Perkasa menuturkan, aksi pengeroyokan dan pengerusakan itu berawal saat 17 pemuda yang mengatasnamakan dirinya kelompok ‘Independen 208’ yang menggunakan 7 sepeda motor menyasar jalan raya Mauk untuk mencari kelompok pemuda bernama ‘Gintung Official’. 

Bacaan Lainnya

Saat berada di kawasan Jalan Raya Gintung, Kecamatan Sukadiri, para pelaku bersama kelompoknya langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap kelompok pemuda yang sedang berkumpul di sebuah warung. Meski tak ada korban jiwa, namun dua sepeda motor yang ditinggal lari oleh korban berhasil dirusak oleh para pelaku. 

“AW, ER dan RU ini mempunyai peranan masing-masing. Jadi yang AW dan ER membawa celurit dan merusak kendaraan motor dan RU yang menabrakan (merusak) motor,” tutur Kapolsek kepada wartawan, Jumat (14/9/2020). 

BACA JUGA: Bermula Cekcok di Medsos, Lengan Seorang Pelajar SMK Nyaris Putus Disabet Sajam

Ia melanjutkan, kepada polisi para pelaku yang masih berusia remaja itu mengaku jika aksi kekerasan itu dilakukan demi eksistensi kelompoknya agar ditakuti oleh kelompok pemuda yang lain. Bahkan, saat kejadian para pelaku juga melakukan live streaming melalui media sosial Instagram dan Facebook. 

“Motifnya mereka ingin showing mencari perhatian dan menunjukan keberadaannya,  eksistensinya secara liar. Bahkan sebelum beraksi para pelaku juga habis menenggak minuman keras,” ungkapnya.

Ia mengatakan, selain mengamankan ketiga pelaku, polisi juga menyita barang bukti yakni 2 buah celurit, dan dua sepeda motor yang dirusak para pelaku. Ditambahkannya, hingga saat ini polisi terus mencari para pelaku lainnya.  

“Terhadap pelaku yang sudah diamankan kami aka jerat dengan pasal 170 KUHP tentang tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap barang dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun kurungan,” tandasnya (Ricky/Aan).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.