Hama Wereng Landa Persawahan di Pariaman Selatan Dan Beberapa wilayah Lainnya

  • Whatsapp
Para petani membersihkan tanaman liar untuk antisipasi berkembang biaknya hama (Ant).

PARIAMAN, REDAKSI24.COM- Para petani di Kecamatan Pariaman Selatan dan sejumlah lokasi lainnya di daerah tersebut mengalami kerugian karena tanaman mereka di serang hama wereng.

Untuk itu Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) saat ini masih melakukan pendataan atau penghitungan berapa luas sawah dan kerugian yang dialami  para petani itu.

Bacaan Lainnya

“Mungkin dalam dua hari ini penghitungan selesai, nanti kami sampaikan,” kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Kelautan Kota Pariaman, Dasril di Pariaman, Jumat (20/11/2020).

Ia mengatakan biasanya rata-rata produksi padi di Kecamatan Pariaman Selatan mencapai enam hingga tujuh ton per hektar,  namun untuk saat ini diperkirakan menurun akibat hama wereng.

BACA JUGA: Belasan Hektar Tanaman Padi di Lebak Diserang Hama, Petani Terpaksa Pasang Jaring di Sawah

Menurut dia penyebab terjadinya hama tersebut akibat jenis padi yang ditanam di daerah itu tidak bervariasi sehingga rentan terserang hama. “Kami sudah berkoordinasi dengan pengamat hama, salah satu penyebab terjadinya hama tersebut yaitu petani cenderung menggunakan satu jenis varietas,” katanya.

Seharusnya, kata dia dalam penanam padi petani harus menyelang-nyelingkan jenis varietas padi minimal satu tahun sekali, namun petani di daerah itu cenderung menggunakan jenis varietas 42.

“Misalnya kalau tahun sekarang jenis padi yang ditanam 42, tahun besok sokan, tahun depannya anak daro, atau batang piaman,” ujarnya.

Dasril menyatakan akan lebih meningkatkan sosialisasi kepada petani guna meyakinkan mereka agar menerapkan mekanisme penanaman jenis padi bervariasi setiap tahunnya.

Untuk mengatasi hama tersebut pihaknya telah meminta pemerintah provinsi (Pemprov) untuk memberikan pendampingan terhadap petani yang sawahnya terdampak dengan mendatangkan penyuluh.

Selain itu, kata dia pihaknya juga menyelenggarakan gotong royong bersama untuk membersihkan gulma, dan memberikan bantuan pestisida, serta meminjamkan alat semprot untuk penyemprotan.

BACA JUGAAntisipasi Gagal Tanam, Petani Pandeglang Disarankan Ikut Asuransi Pertanian

“Dan kami tetap berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar terkait dengan hal ini,” kata dia.

Sebelumnya belasan petani di Kota Pariaman, Sumatera Barat mengadukan nasib mereka yang mengalami gagal panen padi akibat hama yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir serta masalah pertanian lainnya ke DPRD setempat.

“Padi kami diserang hama, bahkan semenjak pertama ditanam hama sudah menyerang,” kata koordinator penyampaian aspirasi petani ke DPRD Pariaman, Jupriman.

Ia menyampaikan meskipun hama tersebut telah berhasil diatasi dengan pemberian obat dan upaya lainnya namun tidak berapa lama jenis hama lainnya muncul sehingga kerugian petani pun semakin besar.(Altas Maulana/Ant/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.