Hakim Tolak Keberatan Terdakwa, Sidang Kasus Mafia Tanah di Pinang Tangerang Kembali Dilanjutkan

oleh -
Hakim Tolak Keberatan Terdakwa, Sidang Kasus Mafia Tanah di Pinang Tangerang Kembali Dilanjutkan 
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang Klas 1 membacakan putusan sela atas eksepsi terdakwa Kasus dugaan Mafia Tanah 45 hektar di Kelurahan Kunciran Jaya dan Cipete Kecamatan Pinang Senin (12/7/2021)/Ist.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM–Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Klas 1 A menolak keberatan yang diajukan oleh terdakwa Kasus dugaan Mafia Tanah 45 hektar di Kelurahan Kunciran Jaya dan Cipete Kecamatan Pinang, Kota Tangerang dengan terdakwa Darmawan (48) dan Mustafa Camal Pasha (61). Hal itu diputuskan pada sidang keempat yang beragendakan pembacaan putusan sela atas eksepsi terdakwa di PN Tangerang Klas 1 A, Senin,(12/7/2021).

“Memutuskan bahwa keberatan sodara Darmawan tidak dapat diterima,” ujar Hakim Ketua Nelson Panjaitan saat membacakan putusan sela atas eksepsi terdakwa. 

Salah satu keberatan yang diajukan terdakwa yakni surat terkait dengan surat dakwaan. Sehingga dakwaan tidak dapat diterima maka dakwaan harus dibatalkan. Keberatan tersebut pun tak diterima oleh Hakim. 

“Pemeriksaan perkara ini harus dilanjutkan,” lanjut Nelson. 

BACA JUGA: Ketua Majelis Hakim Terpapar COVID-19, Sidang Mafia Tanah di Pinang Tangerang Kembali Ditunda 

Mendengar keputusan tersebut, H. Minarto salah seorang warga yang menjadi korban penyerobotan tanah mengaku puas dengan keputusan yang diberikan majelis hakim. Menurut H. Minarto keputusan tersebut sesuai dengan harapan dirinya yang menginginkan sidang kasus penyerobotan tanah warga ini tetap dilanjutkan.

BACA JUGA: Dua Mafia Tanah Sudah Ditangkap Polisi, Warga Pinang Masih Resah

“Keputusan Hakim yang menolak keberatan terdakwa menjadi angin segar bagi kami yang sedang memperjuangkan hak tanahnya. Dan kami akan terus mengawal kasus ini,” ujar H.Minarto.

BACA JUGA: Pengamat: Penanganan Mafia Tanah Jangan hanya Sekedar Lip Service!

Menurut H. Minarto saat ini warga ingin mengetahui dalang-dalang yang bermain dalam perkara ini. Kata H.Minarto warga ingin mengetahui apa saja yang akan katakan oleh para saksi dari terdakwa ini. 

“Bagi kami sebagai warga masalah urusan penyerobotan lahan itu sudah berjalan dari mulai pematokan sampai ada jalannya eksekusi jelas tahu,” tegas H. Minarto.

Minarto menjelaskan penyerobotan lahan ini sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Namun saat itu, warga masih belum sadar. Warga baru pada Juli lalu atau satu bulan sebelum eksekusi di Agustus 2020.

“Itu mulai ada pematokan di Juli 2020. Warga baru sadar dan melawan. Artinya itu kan ada penyerobotan lahan dan penggusuran, rumah kita mau diratakan,” ujarnya. 

Diketahui, Sidang kelima akan dilanjutkan pada Rabu, (21/7/2021) mendatang. Sidang tersebut beragendakan mendengarkan kesaksian dari saksi yang akan dihadirkan oleh para terdakwa. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.