Hak Interpelasi Dewan Terhadap Gubernur Terancam Batal

  • Whatsapp
hak interpelasi Bank Banten
Bank Banten

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pengajuan Hak interpelasi oleh 15 anggota DPRD Banten terancam batal. Hal itu sejalan dengan itikad baik dari Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) yang akan menyehatkan Bank Banten. Niat baik gunernur tertuang dalam suratnya yang disampaikan kepada DPRD Banten tanggal 16 Juni 2020.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Banten, Muhlis, yang sekaligus penggagas hak interpelasi mengatakan, hingga sampai saat ini seluruh anggota yang sudah sepakat akan mengajukan hak interpelasi masih solid dan belum ada satupun yang menarik diri.

Bacaan Lainnya

“Kami tunggu saja sampai ada komitmen konkrit dari gubernur dalam menyehatkan Bank Banten, bukan sekadar dalam surat pernyataan,” katanya, Kamis (18/6/2020).

Muhlis mengakui janji gubernur untuk menyehatkan Bank Banten sudah sejalan dengan yang disuarakan dewan. Artinya kata dia, gubernur secara tidak langsung mengakui jika kebijakan yang dibuat dalam pemindahan RKUD itu tergesa-gesa.

“Gerakan kami ini murni untuk menyehatkan dan menyelamatkan Bank Banten, tidak ada hal lain. Jika memang gubernur ada kemauan untuk menyehatkan Bank Banten, tunggu saja realisasinya,” katanya.

Hal senada juga dikatakan pengusul hak interpelasi lainnya, Ade Hidayat. Politisi Gerindra itu bahkan tidak hanya meminta sampai ada langkah konkrit dari gubernur dalam menyehatkan Bank Banten, tetapi juga harus melakukan upaya meyakinkan masyarakat agar kembali lagi menabung di Bank Banten, serta memberikan penjelasan kepada masyarakat Bank Banten sudah sehat kembali.

“Bisa lewat iklan sosialisasi atau gubernur sendiri membuat dalam bentuk vlog. Bila perlu dalam ajakan itu, gubernur secara simbolis melakukan pemindahan kembali RKUD-nya ke Bank Banten,” ujarnya.

Ade melihat, sebagai pemegang saham pengendali terakhir, Pemprov Banten mempunyai kewajiban untuk meyakinkan kembali masyarakat agar kembali menabung di Bank Banten. Karena hal itulah yang menjadi salah satu alternatif untuk mengembalikan trust masyarakat terhadap Bank Banten.

“Bisnis perbankan itu modal utamanya kepercayaan. Kalau yang memiliki saham mayoritas sudah meyakinkan masyarakat bahwa kondisi Bank Banten sudah sehat kembali, saya yakin masyarakat juga akan kembali menabung di Bank Banten,” jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan politisi PSI, Margareta. Politisi perempuan satu-satunya dari PSI yang duduk di DPRD Banten itu mengatakan tidak akan menarik dukungannya terhadap pengajuan hak interpelasi sebelum ada langkah kongkrit dari Gubernur Banten dalam menyehatkan Bank Banten.

Sekarang masih ada waktu sampai tanggal 21 Juli dalam menyehatkan Bank Banten. Gubernur juga sudah menyanggupi dari sekarang untuk melakukan laporan perkembangan proses penyehatan kepada dewan. Dia melihat sebuah komitmen yang baik dari gubernur.

“Perkembangan ini selalu kami laporkan ke DPP PSI, untuk kemudian dilakukan kajian apakah akan tetap dilanjutkan pengajuannya, atau tidak. Tapi yang jelas, harapan saya sama dengan yang lain, harus ada langkah konkrit dulu,” ujarnya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.