Haji Tahun 2020 Dibatalkan, Jemaah Dapat Ambil Kembali BPIH

  • Whatsapp
Haji Tahun 2020 Dibatalkan, Jemaah Dapat Ambil Kembali BPIH

LEBAK, REDAKSI24.COM – Menteri Agama (Menag) Fachrur Razi telah mengeluarkan keputusan untuk membatalkan seluruh keberangkatan haji pada tahun 2020. Keputusan tersebut diambil dengan alasan untuk menjaga keselamatan jemaah haji terhadap penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan sebagai Pandemi Global.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementrian Agama (Kemenag) Lebak, Humaedi Hakim mengatakan, akibat keputusan tersebut, sebanyak 844 Jamaah haji yang dijadwalkan akan berangkat pada tahun 2020 batal berangkat. Padahal, ratusan jemaah tersebut telah mengikuti berbagai prosedur tahapan haji seperti pengurusan Paspor dan Visa, bahkan pelunasan biaya haji atau biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).

Bacaan Lainnya

“Ada 844 jemaah yang sudah lunas dan siap untuk berangkat pada tahun ini. Namun dengan adanya keputusan Mendag, ratusan jemaah haji tersebut batal untuk berangkat pada tahun ini, ” kata Humaedi kepada Redaksi24.com, Selasa (2/6/2020).

Hunaedi menuturkan, walaupun dibatalkan pada tahun ini, para jemaah haji dipastikan dapat berangkat pada tahun depan yakni 2021. BPIH para jamaah haji sendiri akan disimpan utuh pada Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH).

Namun, bagi para jamaah yang ingin membatalkan haji mereka dan mengambil kembali uang BPIH yang telah mereka bayarkan dapat langsung mendatangi Kantor Kemenag Lebak. Katanya, para jamaah dapat mengambil secara utuh uang yang mereka bayarkan pada BPIH tersebut.

” Jemaah dapat mengajukan penarikan BPIH dengan datang ke kantor kami (Kemenag Lebak) dengan membawa dokumen-dojumen hajinya, ” katanya.

Semua, kata dia, akan dikembalikan secara utuh, tidak ada potongan apapun. Namun yang mengambil kembali BPIH tersebut tentunya sudah mengurungkan niatnya untuk haji atau diberangkatkani pada tahun depan.

Dikatakanya, Lebak sendiri memliki kuota haji sebanyak 750 jemaah pertahunnya yang nantinya akan dibagi dalam dua kloter keberangkatan. Dan untuk waiting list haji, lanjutnya masih terdapat 14.500 jemaah dari tahun 2012 hingga 2020.

Dalam kesempatan tersebut dirinya meminta kepada para jamaah dan juga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk bersabar, dan tidak nekad dengan memaksakan para jemaah untuk terbang ke tanah suci. Karena menurutnya, keputusan Menag merupakan keputusan terbaik mengingat Virus Covid-19 telah menyebar diseluruh dunia dan telah ditetapkan sebagai Pandemi Global.

“Kami harap para jemaah dan KBIHU untuk bersabar. Karena, walaupun berat, Ini adalah keputusan terbaik untuk keselamatan para jemaah haji asal Lebak sendiri. Kita juga akan mulai mensosialisasikan keputusan ini kepada para jemaah baik secara langsung maupun memanfaatkan berbagai media elektronik,” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.