Hadapi New Normal, KCI Siapkan Skenario Penerapan Protokol Kesehatan Bagi Pengguna KRL

  • Whatsapp
Ilustrasi KRL.

LEBAK, REDAKSI24.COM – PT kereta Commuter Indonesia (KCI) menyiapkan berbagai skenario dalam mengahadapi masa New Normal ditenggah Pandemi Covid-19. Skenario tersebut terdiri dari penerapan protokol kesehatan bagi para pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) dan petugas di ruang lingkup Stasiun, pembatasan jumlah penumpang, dan penyesuaian jadwal keberangkatan bagi pengguna lansia dan pedagang.

Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, pada pemberlakuan kenormalan baru ini, PT KCI tetap menjalankan protokol kesehatan di moda transportasi publik yang sudah berjalan selama ini, yaitu wajib menggunakan masker selama berada di area stasiun dan di dalam KRL, pemeriksaan suhu tubuh penumpang, dan penerapan physical distancing atau jaga jarak sesuai dengan marka-marka yang ada di area stasiun dan di kereta.

Bacaan Lainnya

Untuk semakin memungkinkan kondisi jaga jarak ini, pada waktu-waktu tertentu saat padat pengguna akan ada penyekatan di sejumlah titik stasiun sehingga jumlah orang yang berada di peron dan di dalam kereta dapat terkendali. Bila diperlukan, petugas juga melakukan buka tutup pintu masuk stasiun.

“PT KCI sebagai penyedia jasa layanan transportasi publik yang melintasi tiga provinsi siap menjalankan kebijakan pemerintah pada masa pandemi ini. Layanan KRL Commuter Line akan mengikuti perkembangan dan menyesuaikan dengan kebijakan yang diberlakukan pemerintah,” ujar Anne dalam siaran pers yang diterima Redaksi24.com, Rabu (3/6/2020).

Anne menjelaskan, pihaknya juga meningkatkan penjagaan kebersihan pada kereta dan stasiun. Seluruh kereta dan stasiun rutin dibersihkan baik saat beroperasi melayani penumpang maupun selepas jam operasional. Sejak pandemi, pembersihan tersebut dilengkapi dengan cairan disinfektan yang rutin disemprotkan di stasiun maupun sarana KRL

Permukaan-permukaan yang rutin disentuh penumpang di stasiun seperti vending machine, gate tiket elektronik, tempat duduk, hingga pegangan tangga juga dibersihkan sebanyak sembilan kali dalam satu hari. ” Untuk menjaga kebersihan ini pula, musala stasiun selama masa pandemi Covid-19 tidak menyediakan karpet, sajadah, sarung dan mukena. Kebijakan ini masih akan berlanjut untuk mencegah penularan dari perlengkapan ibadah yang dipakai bersama-sama. Pembahasan kebijakan-kebijakan baru lainnya masih berlanjut secara intensif oleh pihak-pihak terkait, merujuk pada berbagai pedoman normal baru yang telah dikeluarkan pemerintah,” kata Anne.

Adapun pembatasan pengguna krl yang dimaksud ialah pengguna KRL akan dibatasi sebanyak 80 pergerbongnya. Dan juga pemberlakuan larangan sementara bagi anak-anak di bawah usia lima tahun (balita) untuk naik KRL, sedangkan bagi kelompok yang menggunakan KRL untuk berdagang di lokasi tujuan, dan kelompok lansia diatur untuk menggunakan KRL hanya pada waktu-waktu
di luar jam sibuk.

Kata Anne aturan tersebut akan mulai diberlakukan permulai 8 Juni 2020. Aturan ini di buat karena barang dagangan yang dibawa dapat menggunakan ruang yang seharusnya dapat diisi oleh pengguna KRL lainnya dan dapat mempersulit kondisi physical distancing di dalam KRL.

Sementara anak-anak balita selain cukup berisiko juga tidak memiliki kepentingan mendesak untuk keluar dari rumah dan menggunakan transportasi publik termasuk KRL di tengah situasi pandemi Covid-19 ini.

Untuk itu, balita akan dilarang sementara menggunakan KRL. Meskipun demikian, bila ada kepentingan yang sangat mendesak bagi balita maupun lansia untuk naik KRL antara lain untuk mendapat perawatan medis rutin ke Rumah Sakit, maka dapat berkomunikasi dan menjelaskan keperluan tersebut kepada
petugas di stasiun.

“Aturan ini dibuat untuk meminimalisir risiko bagi kelompok yang sangat rentan terhadap Covid-19, yaitu lanjut usia atau mereka yang telah berumur enam puluh tahun atau lebih. Mengingat adanya potensi kepadatan pengguna KRL pada jam sibuk, maka bagi lansia dan juga pedagang hanya diizinkan untuk naik KRL pada pukul
10:00 hingga 14:00 WIB,” jelas Anne.

Pihaknya mengimbau kepada para pengguna KRL untuk tidak berbicara secara langsung maupun melalui telepon seluler, karena salah satu penularan Covid-19 melalui droplet atau cairan yang keluar dari saluran mulut dan hidung saat batuk, bersin, maupun berbicara.

“Selain mengikuti sejumlah kebijakan baru, pengguna KRL kami ajak untuk memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas transaksi tiket non tunai dengan menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) dan kartu uang
elektronik bank,” tambah Anne.

Kata Anne, imbauan menggunakan transaksi non tunai ini untuk meminimalisir kemungkinan penularan Covid-19 dari uang tunai yang sangat sering berpindah tangan. Petugas frontliner PT KCI juga telah mulai menggunakan pelindung wajah atau face shield sebagai upaya
untuk semakin mencegahan penularan Covid-19.

Nantinya seluruh petugas di stasiun maupun Kereta akan menggunakan pelindung wajah ini. Memasuki era kenormalan baru, tentu akan semakin banyak masyarakat yang kembali beraktivitas. Namun jika memungkinkan sebaiknya tetap bekerja dari rumah. Untuk meminimalisir risiko, hanya keluar rumah dan gunakan transportasi publik untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak. Kemudian untuk menghindari antrian, hindari naik KRL di jam-jam sibuk karena akan tetap ada pembatasan jumlah pengguna untuk menjaga physical distancing.

” PT KCI juga menghimbau masyarakat terutama para pengguna KRL untuk gotong royong saling bekerja sama dan disiplin dalam menjalankan ketentuan dan arahan dari petugas dilapangan agar dapat menghambat dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.