Hadapi New Normal, KBM Siswa di Pandeglang Terapkan Sistem Shift

  • Whatsapp
kbm siswa pandeglang
Kepala Dindikbud Pandeglang, Taufik Hidayat.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang, akan menerapkan sistem shift pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa SD dan SLTP pada penerapan new normal masa pandemi covid-19.

Sistem shift pada KBM siswa dilakukan untuk menghindari penyebaran wabah covid-19 di lingkungan sekolah.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang, Taufik Hidayat mengatakan, KBM siswa kemungkinan dilakukan di sekolah lagi dalam menghadapi New Normal masa pandmei covid-19. Namun dengan sistem penerapan KBM dijadwal atau shift.

“Namun protokol kesehatan tetap diterapkan, salah satunya dengan membagi jadwal pembelajaran bagi para siswa,” ungkapnya, Rabu (16/6/2020).

Dikatakannya, ketika siswa itu harus menjalani pembelajaran di sekolah, tidak semua siswa akan mengikuti KBM di setiap sekolah dalam waktu yang bersamaan, artinya akan diberlakukan tahapan.

“Dari jumlah siswa ada di setiap sekolah bisa dibagi menjadi dua shift. Misalnya kelas 1,2,3 selama tiga hari belajar di sekolah, dan untuk kelas 456 belajar di rumah. Kemudian nanti setelah dapat tiga hari diganti siswa kelas 4,5,6 dan untuk siswa kelas 1 sampai 3 belajar di rumah,” katanya.

Menurutnya, dalam pembagian shift pada pembelajaran siswa di sekolah, jumlah siswa dalam satu kelas itu juga dibatasi. Sesuai standar Kemendikbud satu kelas hanya diperbolehkan sebanyak 50 persen dari jumlah siswa yang ada, mislanya biasanya dalam satu kelas normalnya ada 40 siswa, berarti yang masuk hanya sebanyak 20 siswa.

“Jika tidak dibagi shift, khawatir terjadi penyebaran covid-19 di sekolah. Sementara sekolah bisa dikategorikan rentan terhadap penyebaran covid-19. Makanya ketika siswa harus belajar di sekolah, penerapan protokol kesehatannya harus diperketat,” ujarnya.

Dalam menghadapi New Normal itu, lanjut Taufik, semua siswa yang ada di setiap sekolah yang dibawah naungan Dindikbud Pandeglang, mulai dari tingkat PAUD hingga SLTP, harus dijamin semuanya mempunyai atau menggunakan masker ketika masuk sekolah.

“Pihak sekolah bisa menyediakan masker dan temoat cuci tangan dengan menggunakan dana BOS. Karena protokol kesehatan harus diterapkan dengan ketat,” tuturnya.

Terpisah, Kepala SDN Mekarsari II Panimbang, Dedeh Mardiah mengaku, jika nanti sistem pembelajaran siswa di sekolah dibagi shift, maka bisa dibagi menjadi dua shift dengan pembelajaran selama 4 jam non stop.

“Adapun jumlah siswa dalam satu kelas bisa mencapai 20 orang dengan satu bangku satu orang,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.