Hadapi Covid-19, PrivyID, gratiskan layanan Tanda Tangan Digital

  • Whatsapp
PrivyID, layanan tanda tangan digital.

JAKARTA,REDAKSI24.COM—Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak fisik di ruang publik (physical distancing) guna menekan penyebaran pandemi COVID-19. Berbagai perusahaan merespon imbauan ini dengan memberlakukan kebijakan bekerja di rumah bagi pegawainya. Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan ini, perusahaan penyedia layanan tanda tangan digital, PrivyID, gratiskan layanan selama sebulan. Kontribusi ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan transaksi bisnis di tengah tantangan ini.

Marshall Pribadi, CEO PrivyID menjelaskan, dengan adanya kebijakan bekerja di rumah dalam rangka menekan penyebaran pandemi COVID-19 menciptakan tantangan tersendiri bagi banyak perusahaan di Indonesia, khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki berbagai transaksi yang harus diselesaikan dengan menandatangani dokumen.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA:

Dukung PMI Perangi Covid-19, JNE Berikan 13 Ribu Butir Vitamin Untuk Relawan

Untuk itu jelas Marshal, PrivyID sebagai perusahaan penyedia layanan tanda tangan digital pertama di Indonesia, meluncurkan program Tanda Tangan #diRumahAja untuk membantu perusahaan-perusahaan Indonesia menjawab tantangan ini.

“Program Tanda Tangan #diRumahAja adalah upaya kami untuk membantu berputarnya roda perekonomian Indonesia yang tengah terimbas wabah COVID-19, juga sebagai proteksi bagi keselamatan kita semua untuk tidak menandatangani dokumen kertas”, ungkap Marshall, Rabu, (1/4/2020).

Untuk mendapatkan layanan tanda tangan digital gratis ini jelas Marshal, perusahaan cukup mendaftarkan diri melalui situs http://wfh.privy.id dan dibebaskan dari biaya pendaftaran akun Enterprise.

Akun Enterprise yang telah sukses didaftarkan ini lanjut Marshal, nantinya bisa diakses oleh 10 karyawan. Akun ini juga bisa digunakan untuk saling berbagi dan menandatangani dokumen secara digital.

“Jumlah dokumen yang bisa dibagikan atau ditandatangani secara internal juga tidak dibatasi,” jelas Marshal.

Selain itu jelas Marshal, PrivyID juga menggratiskan 100 saldo untuk berbagi dokumen dan meminta tanda tangan elektronik dengan pihak eksternal perusahaan.

”Kebijakan ini berlaku hingga 30 April 2020 baik bagi perusahaan yang baru akan mendaftar maupun seluruh perusahaan yang telah menjadi klien PrivyID,”pungkas Marshal.

Sebagai informasi, semenjak didirikan pada tahun 2016, PrivyID telah dipercaya oleh lebih dari 5 juta pengguna dan 300 perusahaan di Indonesia, termasuk lima dari enam Bank Buku IV yang memiliki modal inti di atas 30 Triliun Rupiah. Layanan identitas dan tanda tangan digital PrivyID juga telah digunakan oleh perusahaan teknologi informasi ternama seperti Telkom, Telkomsel, Indosat, Lintasarta, Akulaku, dan Kredivo.

PrivyID juga terdaftar di Bank Indonesia sebagai penyelenggara sistem penunjang perusahaan teknologi finansial dan tercatat di Otoritas Jasa Keuangan sebagai penyelenggara E-KYC. Selain itu, kerjasama resmi PrivyID dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri memungkinkan PrivyID untuk memverifikasi identitas penandatangan sebagaimana disyaratkan dalam UU ITE. (PRNewswire/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.