Gusdurian Serang Ajak Semua Pihak Utamakan Perdamaian

  • Whatsapp
Gusdurian Kota Serang menggelar diskusi malam reboan.

SERANG, REDAKSI24.COM – Komunitas Gusdurian Kota Serang, Banten menggelar Lingkar Studi Reboan dengan tema “Membaca Indonesia dengan 9 Nilai Utama Gusdur” di Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Kecamatan Ciwaru, Kota Serang, Rabu Malam (25/9/2019).

Kesembilan nilai Abdurahman Wahid alias Gus Dur meliputi Ketauhidan, Kemanusiaan, Keadilan, Kesetaraan, Pembebasan, Persaudaraan, Kesederhanaan, Kesatriaan serta Kearifan Tradisi. Sembilan nilai pemikiran Gus Dur itu, diharapkan bisa memberikan pemahaman komprehensif terhadap spektrum pemikiran dan tindakan Gus Dur yang sangat luas.

Bacaan Lainnya

Ketua Gusdurian Kota Serang, Anton mengatakan, terkait pasal kontroversi RUU KUHP, komunitas Gusdurian harus bisa memfilternya, terutama hoaks yang dibangun kelompok tertentu.

“Jangan sampai isu tersebut mengabaikan kodrat sebagai manusia. Masyarakat harus bisa memfilter hoaks yang terjadi dan melanggar kode etik sebagai manusia” katanya seraya mengajak seluruh elemen masyarakat di Banten untuk sama-sama meminimalisir peristiwa yang diakibatkan berita bohong alias hoaks.

Gusdurian Banten, Rifqiyudin Anshori mengatakan, isu yang merebak saat ini harus disikapi dengan dialog atau saling tukar pikiran antar elemen yang pro maupun kontra. “Acara Reboan Gusdurian Kota Serang bisa menjadi wadah sharing ide dan pemikiran, termasuk penguatan spiritual,” ujarnya.

Rifqiyudin meminta pemerintah mengedepankan perdamaian dan kesejahteraan masyarakat dalam setiap mengambil kebijakan. “Kalau hari ini anak STM menghancurkan gedung, lebih baik dari pada anggota DPR menghancurkan demokrasi,” kata Rifqiyudin.

Menurut Rifqiyudin, Gusdur sejak dulu tidak melihat kasta dalam menyelesaikan masalah hukum di Indonesia. Artinya, kata dia, Gusdur memandang manusia itu sama dimata hukum. Karena itu dia menilai pemerintah saat ini belum maksimal dalam menyelesaikan permasalahan hukum.

“Misalnya menyelesaian konflik Papua, harusnya seperti Gusdur yaitu dengan pendekatan budaya, bukan dengan militer,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.