Guru dan Kepala Sekolah SMAN 21 Baku Hantam dan Saling Lapor, Dewan Pendidikan Banten Merasa Prihatin

  • Whatsapp
Ilustrasi

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Dewan Pendidikan Provinsi Banten mengaku prihatin atas perkelahian antara guru dengan kepala sekolah dan mantan bendahara SMAN 21 Kabupaten Tangerang yang berujung pada aksi saling lapor ke kepolisian. 

“Sangat prihatin di tempat penggodokan pendidikan justru terjadi aksi kekerasan oleh tenaga pendidiknya. Artinya kepala sekolah sebagai leader juga tidak punya kendali,” kata Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Banten, Eny Suhaeni saat dimintai tanggapannya, Selasa (30/1/2020). 

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 21 Memanas, Guru dan Mantan Bendahara Baku Hantam

Kata Eny, aksi saling lapor ke polisi juga semestinya tidak perlu terjadi dan seharusnya pertikaian tersebut bisa diselesaikan secara internal. Terlebih isu korupsi dana BOS di SMAN 21 yang menjadi akar permasalahan masih dalam proses audit oleh Inspektorat Banten. 

“Itu hak mereka juga untuk saling lapor mungkin keduanya merasa terzolimi tapi situasinya jadi semakin kisruh,” ujarnya 

Terkait dugaan kasus penyalahgunaan dana BOS di SMAN 2, dirinya meminta pihak Inspektorat Banten bisa objektif dalam mengusut kasus tersebut. Apabila dalam proses audit ditemukan kejanggalan, Dinas Pendidikan Provinsi Banten bisa ikut bertanggung jawab untuk menyelesaikannya sesuai dengan prosedur hukum. 

“Apabila dana BOS digunakan sesuai juklak dan juknisnya pasti tidak akan ada masalah yang masalah itu karena pengelolaannya tidak sesuai petunjuk,” pungkasnya.

BACA JUGA: Inspektorat Banten Diminta Segera Selesaikan Audit Dana Bos SMAN 21 kabupaten Tangerang

Terpisah, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Kabupaten Tangerang Lukman mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk mencari solusi terbaik agar mendamaikan kedua belah pihak tidak terus berseteru. 

Terlebih, sambung dia, saat ini proses pelaporan dugaan penyalahgunaan dana BOS tersebut sedang ditangani oleh inspektorat. Ia juga meminta kedua belah pihak bisa saling menahan diri sambil menunggu hasil pemeriksaan dari inspektorat selesai. 

“Sejak awal saya terus komunikasi dengan guru-guru, perintah pa kadis juga kita undang untuk mencari solusi yang terbaik. Tapi sekarang sudah ranahnya inspektorat kita tunggu saja hasilnya,” tutup Lukman (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.