Gunakan Jet Pribadi Untuk Konsolidasi Partai, Suharso Disorot Elit PPP

  • Whatsapp
PLt Ketua Umum PPP Suharso dipersoalkan karena mengadakan kunjungan dengan menyewa jet pribadi
Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (jas hijau berselempang) saat kunjungan ke daerah.

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Suharso Monoarfa dipersoalkan elit lantaran mengadakan kunjungan konsolidasi menjelang muktamar partai ke sejumlah daerah yang diduga menyewa jet pribadi.

Tindakan petinggi parpol tersebut itu secara tegas dipersoalkan oleh anggota Majelis Pakar PPP, Nizar Dahlan.

Bacaan Lainnya

“Ketua Umum PPP menyewa pesawat jet pribadi ke Medan dan Aceh urusan partai, dari mana uangnya? Harus dijelaskan,” desak Nizar Dahlan di Jakarta, Kamis (29/10).

Nizar membenarkan adanya kunjungan Suharso ke Medan dan Aceh menggunakan pesawat jet pribadi setelah foto Suharso dan pengurus DPP turun dari pesawat pribadi itu beredar di grup WhatsApp.

Pada foto tersebut, Suharso dan Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani tengah disambut para pengurus PPP daerah serta diberikan slempang hijau saat kunjungan itu.

Terkait itu, Nizar mempertanyakan dana untuk menyewa pesawat pribadi tersebut, apakah memakai uang partai, dana kementerian, atau dana pribadi.

Kata Nizar, umat harus mengetahui dengan jelas dana apa yang dipakai Suharso untuk menyewa pesawat pribadi, sebab biayanya jelas tidak murah alias sangat mahal.

“Sementara rakyat lagi menjerit dalam kemiskinan dan kelaparan, Plt. Ketum malah pakai jet pribadi untuk konsolidasi partai,” ucap Nizar menyesalkan kejadian tersebut.

Ketua Organizing Committee Muktamar PPP Amir Uskara mengaku tidak tahu dana dari mana yang digunakan Suharso terkait penggunaan jet pribadi tersebut karena pihaknya hanya mengurus persiapan muktamar partai berlambang Ka’bah tersebut.

Namun Amir berharap muktamar yang bakal digelar di Makasar, 19 Desember 2020 menghasilkan ketua umum yang dapat mengembalikan kejayaan PPP pada Pemilu 2024.

“Mudah-mudahan bisa melahirkan ketum yang bisa mengangkat kembali citra dan martabat partai untuk kembali jadi pemenang pada Pemilu 2024. Tujuannya kami ke sana,” pungkasnya.(Jay De Menes/ANTARA)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.