Gunakan 29 Kapal dari Pelabuhan Merak, Ribuan Pemudik Lolos Nyeberang ke Bakauheni Lampung

oleh -
pelabuhan merak, pelabuhan bakauheni, banten, lampung, kapal, ASDP Merak, pemudik, larangan mudik, idul fitri,
Antrean ribuan penumpang di loket pembelian tiket Pelabuhan Merak terjadi sejak Selasa (4/5/2021) hingga Rabu (5/5/2021) dinihari.

CILEGON, REDAKSI24.COM – PT Angkutan Sungai Danau Penyebrangan (ASDP) Merak, Kota Cilegon, Banten, mencatat telah menyeberangkan sebanyak 218.982 penumpang pejalan kaki dan penumpang dalam kendaraan sejak H-15 sampai H-9 atau 4 Mei 2021 menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Manajer Usaha Pelabuhan Merak, Heru Wahyono Rabu (5/5/2021) mengatakan, penumpang pemudik lebaran 2021 menurun drastis dibandingkan dua tahun lalu akibat merebaknya penyebaran pandemi COVID-19.

Dari sebanyak 218.982 orang, menurut dia, penumpang pejalan kaki jumlahnya 12.267 orang dan penumpang menggunakan kendaraan 206.715 orang. Kebanyakan penumpang pemudik itu bertujuan menuju berbagai daerah di Provinsi Bandarlampung dan mereka dari wilayah Jabotabek.

“Kami mengapresiasi penyeberangan berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan penumpang maupun antrean kendaraan,” katanya.

Ia juga mengatakan, kendaraan yang diseberangkan menuju Pelabuhan Bakauheni itu tercatat 44.347 unit, terdiri dari roda empat 24.485 unit, roda dua 1.888 unit dan truk 17.974 unit.

Kendaraan yang diseberangkan menuju Pelabuhan Bakauheni juga menurun drastis dibandingkan sebelum pandemi COVID-19.

“Kami memastikan penumpang pemudik tahun 2021 menurun karena masih ada pandemi corona itu,” katanya.

BACA JUGA: Polda Banten Siagakan 16 Posko Penyekatan Larangan Mudik

Sementara itu, sejumlah pemudik mengaku mereka pulang lebih awal karena khawatir diberlakukan pelarangan mudik guna memutus rantai penularan Covid-19. Pelarangan mudik itu mulai diterapkan pada 6 Mei 2021, sehingga lebih nyaman mudik pada H-9.

“Kami mudik ke kampung halaman cukup sederhana akibat dampak pandemi COVID-19,sehingga usahanya di Tangerang mengalami penurunan omzet,” kata Mulyadi saat ditemui di Pelabuhan Merak.

Penumpang pejalan kaki memadati sejumlah loket penjualan tiket di Pelabuhan Merak, hingga Rabu (5/5/2021) dini hari. Cara itu dilakukan agar mereka dapat menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sebelum larangan mudik untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19 mulai diberlakukan pada 6 Mei.

“Kami terpaksa mengantre untuk membeli tiket kapal,” kata Suyadi, seorang pemudik.

Antrean panjang para penumpang pejalan kaki di depan loket-loket penjualan tiket tersebut terjadi akibat mereka tiba hampir berbarengan di pelabuhan. Meski harus mengantre, pembelian tiket berjalan lancar karena petugas membuka enam loket untuk melayani para pemudik yang hendak menyeberang ke Pulau Sumatera itu.

“Kami hanya menunggu sekitar tiga puluh menit untuk mendapat tiket,” kata Suyadi yang mengaku bekerja sebagai buruh bangunan di Bogor, Jawa Barat.

Pemudik lain, Mono Suharmono, juga harus mengantre bersama dua anaknya untuk mendapatkan tiket kapal yang menyeberangkan mereka ke Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung.

Mono mengatakan dia rela mengantre agar bisa pulang ke kampung halaman tanpa menemui kendala. “Jika berangkat pada 6 Mei dipastikan menemui kendala larangan mudik,” katanya.

Karenanya, dia rela mengantre selama 20 menit untuk mendapatkan tiket penyeberangan, kata pemudik dengan tujuan Kota Bandar Lampung ini.

Sementara itu, untuk mengurangi kepadatan pemudik, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, sejak Selasa (4/5/2021) mengoperasikan sebanyak 29 kapal Ro-Ro dengan 52 trip untuk melayani penyeberangan penumpang menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.(ANT/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.