Gudang Benih Lobster di Cisauk Tangerang Digerebek Aparat

oleh -
benih lobster,cisauk,tangerang,bareskrim,polri,bkipm,banten
Aparat menggerebek gudang penyimpanan benih lobster atau benur di Cisauk, Tangerang, Banten. Ilustrasi - lobster hijau.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) menyampaikan, aparat dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil melakukan penggerebekan terhadap gudang penyimpanan benih bening lobster (BBL) atau benur  di Cisauk, Tangerang, Banten.

Dari penggerebekan gudang penampungan benih lobster itu, Bareskrim Polri telah mengamankan dan menyita 989 ekor lobster mutiara dan 83.600 ekor lobster pasir.

Dalam penggerebekan di Cisauk, Tangerang ini juga, aparat menangkap satu orang supir dan lima pekerja bagian pengemasan.

“Penggerebekan benih lobster atau benur ini sebagai bukti ketegasan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan hasil sinergi dengan berbagai pihak terkait,” kata Kepala BKIPM, Rina, di Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Rina menyatakan, BBL atau benur merupakan komoditas yang diharamkan untuk diekspor.

Selanjutnya, imbuh Rina, hasil penggerebekan tersebut dibawa ke Kantor Balai KIPM Jakarta II yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Setelah kita sita, benur kemudian diamankan di kantor KIPM Jakarta untuk dilakukan pengecekan,” jelasnya.

Rina melanjutkan, usai pengecekan, BKIPM berkoordinasi dengan Loka PSPL Serang guna pelepasliaran benur.

Menurut Rina, pengungkapan kasus tersebut, menjadi bukti keseriusan dan ketegasan KKP, bahwa pelaku penyelundupan benur akan terus ditangkap.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan larangan ekspor benih bening lobster atau benur karena lobster termasuk komoditas yang harus dijaga.

Menteri Trenggono memastikan KKP akan mengganti kebijakan ekspor BBL, dan memanfaatkannya secara optimal untuk budidaya di dalam negeri, jika sudah sampai ukuran konsumsi, ekspor lobster baru boleh dilakukan.

Bahkan dalam kunjungan kerjanya di Lombok pada 24 Maret 2021, Menteri Trenggono juga bertekad untuk memanfaatkan benih lobster yang merupakan kekayaan Indonesia hanya untuk memperkaya Indonesia, bukan luar negeri.

“Kalau ada yang budidaya di sini, saya pasti dukung sampai mati,” tegasnya.(Antara/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.