Gubernur DKI Jakarta Sebut Angka Pemakaman Jenazah COVID-19 Meningkat Signifikan

oleh -
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua dari kiri) saat memantau sejumlah posko penyekatan menuju dan keluar Jakarta bersama Pangdam Jaya, Mayjen Mulyo Aji dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Fadil Imran, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Minggu (4/7/2021).

JAKARTA, REDAKSI24.COM-  Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan angka pemakaman jenazah yang terpapar COVID-19 di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya sejak sepekan sebelum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat meningkat signifikan hingga tembus 392 pemakaman.

Hal itu dikatakan Anies saat memantau sejumlah posko penyekatan menuju dan keluar Jakarta bersama Pangdam Jaya, Mayjen Mulyo Aji dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Fadil Imran, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Minggu (4/7/2021)

“Dari kemarin angka pemakaman protokol COVID-19 mencapai rekornya, 392 pemakaman dilakukan, ini jenazah. Menambah liang kubur ini adalah sebuah tanda bahaya bagi semua bahwa jumlah kematian di Jakarta meningkat amat tinggi. Ini adalah orang-orang yang dua minggu sebelumnya masih sehat, mereka orang tua, ayah, ibu, kakak, adik kita,” kata Anies

Terkait hal itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu kembali menekan agar masyarakat tetap di rumah dan menerapkan protokol kesehatan, serta segera mendatangi sentra-sentra vaksinasi agar kondisi pandemi cepat terkendali.

BACA JUGA: Kasus COVID-19 Naik, PTM di DKI Jakarta Dihentikan

“Kita tak ingin kuburkan lebih banyak orang lagi, kita ingin yang di rumah sakit pulang ke rumah, dan yang tak terpapar tidak terpapar. Caranya, jauhi kerumunan, kurangi mobilitas, dan tinggal di rumah serta segera lakukan vaksinasi,” tutur Gubernur DKI Jakarta.

Anies juga meminta seluruh warga DKI Jakarta mengurangi mobilitas terlebih yang tidak terkait dengan kegiatan sektor esensial dan kritikal.

“Saya ingatkan kepada semua bahwa pembatasan mobilitas harus dimulai dari diri kita masing-masing. Apakah kita termasuk dalam sektor itu atau tidak? Bila tidak, maka ikhtiarkan untuk di rumah,” tutur Anies.

Imbauan itu, menurut Anies didasarkan pada kondisi pandemi di Ibu Kota yang mengkhawatirkan dan luar biasa, dilihat dari banyaknya rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya yang sudah kewalahan menangani pasien dengan jumlah yang terus bertambah.

Pada kesempatan itu, Anies bersama Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya meninjau beberapa posko penyekatan yang menjadi destinasi kunjungan antara lain, Terminal Kalideres, Jalan Daan Mogot, kawasan Lenteng Agung, dan Jalan Raya Bogor. (Mentari/Ant/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.