Gubernur Banten Perpanjang Pelaksanaan PSBB Tahap III Hingga Satu Bulan Kedepan

  • Whatsapp
Gubernur Banten, Wahidin Halim- (ist).

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM- Gubernur Banten Wahidin Halim melalui surat keputusan no 443/Kep.267-HUK/2020 akan memperpanjang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III selama satu bulan ke depan, mulai tanggal 20 November hingga 19 Desember 2020.

Perpanjangan itu dilakukan karena di daerah tersebut masih  ditemukan adanya kasus penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dan melalui Keputusan itu, Gubernur Banten mewajibkan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten  melaksanakan Penetapan Perpanjangan PSBB sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan secara konsisten mendorong serta mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Sementara itu untuk waktu penetapan pelaksanaan PSBB di kabupaten/kota ditetapkan oleh bupati/wali kota. Hal yang sama untuk waktu dimulai dan lamanya operasional checkpoint (tempat pemeriksaan) di wilayah kabupaten/kota se-Provinsi Banten diatur oleh bupati/walikota.

Dengan adanya surat keputusan yang pelaksanaanya diserahkan kepada pemerintah Kabupaten/kota di Banten, beberapa daerah belum mengambil keputusan. Salah satunya Pemerintah Kabupaten Lebak.

BACA JUGA: Driver Ojol di Tangerang Raya Layangkan Surat Ke Gubernur Banten Minta PSBB Dihentikan

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Seksi Trantibum Satpol PP Lebak, Anna Wahyudin. Hingga akhir  penetapan PSBB tahap II (kamis,19/11/2020) Pemerintah Kabupaten  (Pemkab)  Lebak belum memutuskan akan diperpanjangnya PSBB tersebut.

Namun demikian, kata dia, PSBB tersebut bisa diperpanjang ke tahap III, jika tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penerapan Protokol Kesehatan  (Prokes) masih rendah. 

“Iya pasti kita tindak. Mengenai diperpanjang atau tidaknya belum pasti, tapi mengingat kasus yang meningkat sih kemungkinan besar ada perpanjangan, ” kata Anna Wahyudin ketika dihubungi  Redaksi24.com melalui telepon selulernya,  Kamis (18/11/2020).

Ia mengatakan,  PSBB sendiri dilakukan guna meningkatkan  kesadaran masyarakat  dalam hal penerapan Prokes yang bertujuan untuk memutus rantai penyebaran  Covid-19 di Bumi Multatuli  ini. 

BACA JUGA: PSBB di Banten Diperpanjang, Karena “Genitnya” Masyarakat

Katanya,  adanya peningkatan  kesadaran dari para Pemilik Usaha yang berada di Kabupaten  Lebak dengan mematuhi batas operasional  jam malam, dan penerapan protokol  kesehatan di lingkup usahanya.  Namun,  mantan Kasi Damkar Lebak ini menyebut, tingkat kesadaran masyarakat  secara individu terhadap penerapan  Prokes  masih kurang,  dengan masih banyaknya warga yang terjaring dalam Operasi Penegakan Prokes yang dilakukan oleh Satgas Covid-19.

“Penerapan Prokes pada pemilik usaha sudah baik. Namun tingkat kesadaran pribadi masih rendah,” katanya. 

Ditanya  jumlah pelanggar Prokes baik yang dilakukan oleh Pemilik Usaha atau Individu pada penerapan PSBB Jilid  II yang sudah berakhir ini, Anong tidak bisa menjelaskan. Alasannya masih dalam pendataan. “Masih kita rekap, ” katanya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.