Gubernur Banten Pastikan Rencana Marger Bank Banten Terus Berlanjut

  • Whatsapp
merger bank banten
Gubernur Banten, Wahidin Halim memberi keterangan pers tekrait rencana merger Bank Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memastikan proses marger Bank Banten akan terus berjalan. Namun sebelum itu dilakukan, pihaknya saat ini sedang fokus kepada upaya penyehatan Bank Banten.

“Kami sekarang fokus ke penyehatan Bank Banten dulu. Setelah sehat, arahannya nanti ke marger dengan bank syariah atau tetap menjadi Bank Banten nanti dibicarakan lagi,” kata WH, Senin (29/6/2020).

Bacaan Lainnya

WH melanjutkan, untuk proses penyehatan itu, pihaknya akan mematuhi apa-apa yang telah direkomendasikan dari OJK beberapa waktu yang lalu, salah satunya mengkonversi dana Kasda Pemprov Banten yang tertahan di Bank Banten menjadi penyertaan modal.

“Selain itu kami juga sedang mempersiapkan proposal skema penyehatan yang akan dilakukan untuk kemudian diajukan ke OJK,” ujarnya.

Skema penyehatan itu, lanjut WH, selain melalui penyertaan modal, Bank Banten juga bisa melakukan right issue untuk mencari tambahan modal perseroan. “Kalau sudah sehat, baru bisa dilakukan marger atau tidaknya nanti kita lihat perkembangan,” katanya.

BACA JUGA: Pakar Hukum Tata Negara Sebut Krisis Bank Banten Akibat Sistem

Berdasarkan informasi, Bank BJB secara finansial belum bisa menerima usulan marger yang diusulkan Pemprov Banten untuk Bank Banten, sebelum Pemprov Banten selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) melakukan upaya penyehatan terlebih dahulu kepada Bank Banten.

Setelah dilakukan upaya penyehatan, baru kemudian dilakukan penggabungan atau pengambilalihan usaha oleh Bank BJB. Karena penggabungan usaha Bank Banten ke dalam Bank BJB harus memiliki dampak positif terhadap Bank BJB baik secara finansial maupun non-finansial, sehingga tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan serta perekonomian nasional dengan skala yang lebih besar.

Redaksi sudah berulang kali mencoba mengkonfirmasi terkait hal itu ke jajaran direksi bank BJB, namun hingga kini tidak pernah mendapat respon. Beberapa kali ditelpon dan dikirim pesan singkat pun tidak pernah dibalas, meskipun kondisi telponnya aktif.

Kepala Departemen Pengawasan Bank I OJK, Hizbullah beberapa waktu lalu ketika dikonfirmasi mengatakan, terkait masa depan Bank Banten pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pemprov Banten selaku PSPT. Apapun kebijakan yang diambil Pemprov, baik itu tetap mempertahankan Bank Banten atau melakukan penggabungan dengan Bank BJB.

“Ya itu terserah Pemprov Banten yang mempunyai saham mayoritas di Bank Banten, mau marger atau tetap mempertahankan Bank Banten,” katanya.

BACA JUGA: Dewan Sebut Sekda Abaikan Komitmen Penyehatan Bank Banten

Menanggapi hal tersebut, pengamat ekonomi Untirta Serang, Elvin Bastian mengatakan, jika Pemprov Banten menginginkan marger dengan Bank BJB Syariah setelah Bank Banten ini dikatakan sehat, itu bisa saja dilakukan dan bisa dijadikan sebagai tempat penyimpanan RKUD Pemprov Banten seperti yang diamanahkan PP nomor 12 tahun 2019, bahwa penyimpanan Kasda harus ditempatkan pada bank umum yang dalam kondisi sehat.

“Pada hakikatnya Bank BJB Syariah itu merupakan divisi dari BJB, bisa digunakan untuk penyimpanan Kasda. Karena induknya BJB yang konvensional,” katanya.

Kecuali, lanjut Elvin, kalau managemen Bank BJB dengan BJB Syariah terpisah, itu baru tidak bisa. Contohnya seperti bank Mandiri dengan Bank Mandiri Syariah (BSM), itu tidak bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan Kasda, karena beda manajemen.

“Walaupun pada hakikatnya sahamnya sama-sama bank mandiri,” tutupnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.