Gubernur Banten Kaji Rencana Lockdown Wilayah

  • Whatsapp
Banten Lockdown
Ilustrasi Banten Lockdown

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim masih mengkaji rencana memberlakukan lockdown wilayah. Wahidin mengaku banyak faktor yang menjadi pertimbangan jika Banten melakukan lockdown, seperti ekonomi, sosial dan politik.

Pemerintah Provinsi Banten sedang membahas masalah lockdown yang bertujuan untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19,” kata pria yang akrab disapa WH saat membahas masalah lockdown bersama Kapolda Banten dan Danrem 064 Maulana Yusuf, Senin (30/03/2020).

Bacaan Lainnya

WH menambahkan jika melakukan lockdown tidak sesederhana yang dibayangkan. Tidak Sekadar menutup pintu. Tidak sekedar menolak orang yang datang dari luar. Banten sudah terintegrasi dengan Jakarta. Sehari-harinya orang Banten cari pekerjaan, cari upah, cari penghidupan ke Ibu Kota.

“Banten dan Jakarta itu daerah yang sudah menjadi kawasan yang terintegrasi. Sehingga susah untuk memantau pergerakan. Termasuk kulturnya, tradisinya dan kebiasaannya. Kami sedang cari formulasi. Format bagaimana berhadapan dengan tuntutan dan permintaan masyarakat,” jelasnya.

Tentunya, lanjut WH, pihaknya harus hati-hati dengan pertimbangan sosial, politik, dan pertimbangan ekonomi. Tentunya jangan sampai menambah pengangguran baru. Kalau mereka menganggur, apa yang mau mereka makan. “Ada tanggung jawab negara di situ,” tegasnya.

Tangerang disebut Kota Commuter karena orang Tangerang Raya bekerja di Jakarta. Cari makan di Jakarta, cari sesuap nasi pun di Jakarta. Ada simbiosis mutualisme antara daerah ini.

“Tiap hari orang-orang dari Tangerang, Cilegon berbondong-bondong dengan mobilitas tinggi ke Jakarta, pulang pergi,” ujarnya.

BACA JUGA:

. 107 Tenaga Medis Covid-19 RSUD Banten Belum Dikarantina

. Tim BPBD Banten Lakukan Penyemprotan Hingga Larut Malam

. Masa Belajar Dari Rumah Bagi Siswa SMA/SMK/Skh di Banten Diperpanjang

Karena itu, kata dia, Pemprov Banten  menunggu sejauh mana Jakarta memperlakukan lockdown, menutup pintu bagi warga Banten. Pemprov Banten harus bersiap-siap secara ekonomi supaya tidak punya ketergantungan. Dari segi profesi dan pekerjaan, ketergantungan Banten kepada Jakarta tinggi.

“Posisi Banten juga sama dengan Jawa Tengah. Soal pulang mudik, setiap hari orang Banten pulang mudik. Tidak hanya dari transportasi bus dan kereta api, mereka juga menggunakan motor. Ini tidak bisa dibendung,” jelasnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.