Gubernur Banten Dituding Tidak Serius Jalankan Reformasi Agraria

  • Whatsapp
Misrudin (kanan) Ketua SPI Banten, bersama Ani Afiana (kiri) Ketua Divisi Advokasi SPI saat melakukan kunjungan ke kantor Pokja Wartawan Harian Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) menuding Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) tidak serius menjalankan reformasi agraria.

Tudingan itu dilihat dari belum adanya penyelesaian konflik agraria melalui redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (Tora) kepada petani dan rakyat tak bertanah di Provinsi Banten.

Bacaan Lainnya

Sekretaris SPI Banten, Misrudin mengatakan, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 86 tahun 2018, yang mengatur pembentukan Gugus Tugas Reformasi Agraria (GTRA) yang diketuai Gubernur Banten Wahidin Halim.

“Tapi GTRA ini tidak fokus menyelesaikan konflik agraria melalui skema Tora, melainkan kepada Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan sertifikasi tanah non konflik,” ujarnya di Sekretariat Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten, Senin (23/09/2019).

BACA JUGA:

. Jika Langgar Undang-undang, KASN Tak Akan Beri Rekomendasi

. Pergub Biaya Penunjang Operasional Banten Diadukan ke MA

. Rotasi Pejabat Eselon II Pemprov Banten Diduga Sarat KKN

Senada dikatakan Divisi Advokasi SPI Banten, Ani Afiana. Menurutnya, ketidakseriusan Gubernur Banten juga bisa dilihat dari belum terbentuknya GTRA di Kabupaten/Kota Provinsi Banten.

Kemudian, kata dia, penyelesaian konflik juga masih mangkrak, seperti yang terjadi pada petani di Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak dengan PT Pertiwi Lestari. Lalu konflik yang menimpa petani di Kecamatan Cibaliung,, Kabupaten Pandeglang dengan Perum Perhutani.

“Ada juga konflik petani di Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang dengan TNI AU. Kami meminta Gubernur Banten segera menyelesaikan konflik tersebut, dan menjalankan Perpres sesuai fungsinya,” tegas Ani. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.