Gubernur Banten Dinilai Tergesa-gesa Tetapkan Corona sebagai KLB

  • Whatsapp
banten polemik Positif Corona
Gubernur Banten, Wahidin Halim memberi keterangan kepada wartawan terkait video pengumuman empat warga positif corona.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Kebijakan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) terkait peningkatan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap penyebaran Pandemi Virus Corona dinilai setengah hati, terutama terkait pemberlakuan libur sekolah.

Sebagaimana rilis yang diterima, gubernur meliburkan semua satuan pendidikan SMA/SMK/SKh baik negeri maupun swasta yang menjadi kewenangan Provinsi Banten, sejak tanggal 16-30 Maret 2020.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, pelaksanaan UNBK tetap dilaksanakan sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan Dalam UNBK. Untuk kelas X dan XI tetap belajar efektif melalui Kelas Maya yang dikembangkan Pustekkom dan Pusdatin Kemendikbud RI. Terakhir, Kepala Sekolah beserta guru agar menyosialisasikan instruksi ini kepada orang tua murid dan masyarakat.

Ketua Komisi V DPRD Banten Muhammad Nizar mengatakan, kebijakan gubernur terkesan setengah hati dan tergesa-gesa. Pasalnya, jika gubernur hanya meliburkan sekolah yang berada dalam kewenangannya saja, lalu untuk tingkat SMP dan SD diserahkan kepada Pemkab/Pemkot bersangkutan. Kalau sampai Senin besok Pemkab/Pemkot belum juga meliburkan, berarti yang libur hanya SMA/SMK.

“Ini agak menarik. Himbauan ini meliburkan sekolah, tapi tidak semuanya. Berbeda dengan DKI dan Jabar yang diliburkan keseluruhannya, karena Pemprov mengendalikan semuanya,” ujarnya.

Harusnya, lanjut Politisi Gerindra ini, dalam menangani KLB ini, sebelum mengeluarkan keputusan, gubernur terlebih dahulu melakukan konsolidasi pemimpin daerah bersama Bupati/Walikota untuk menyamakan persepsi terkait kebijakan yang diambil.

“Jangan sampai nanti yang libur SMA, SMP tidak. Ini kan sama saja. Intruksi gubernur adalah intruksi untuk seluruh warganya sampai tingkat RT,” tegas Nizar.

Selain itu Nizar juga menyoroti terkait metode kelas online yang diterapkan Pemprov dalam masa KLB selama dua pekan ini. Nizar meragukan akan kesiapan Pemprov menerapkan belajar online ini baik dari sisi perangkat atau metodenya.

“Metode belajar online itu kan menggunakan akses IT, perangkat yang diperlukan minimal Leptop/PC. Permasalahannya kemudian, apakah seluruh siswa mempunyai perangkat itu? Begitu juga dengan SDM dari tenaga pengajarnya sendiri. Kalau belum siap nanti bagaimana? Jangan sampai nanti belajar online yang digagas hanya menggunakan percakapan di WhatsApp Group,” tegas Nizar.

Untuk itu Nizar menyarankan lebih baik sekolah menerapkan metode konvensional saja terlebih dahulu. Meskipun belajar diliburkan, tetapi untuk teknis belajar jarak jauhnya diserahkan kepada masing-masing guru, misalnya memberikan tugas, membaca pelajaran dengan metode yang simpel dan sederhana.

“Tapi kalau dirumahkan dan belajar maya, saya tidak tahu metode yang akan diterapkan Pemprov seperti apa. Jangan sampai ini menjadi problem yang baru,” sarannya.

BACA JUGA:

. Gubernur Banten Tetapkan Corona sebagai Kejadian Luar Biasa

Penetapan KLB Virus Corona Oleh Pemprov Banten Merupakan Langkah Yang Tepat

Ketua Perkumpulan Maha Bidik Indonesia (MBI), Ojat Sudrajat mengapresiasi langkah Gubernur Banten  menetapkan KLB COVID 19 untuk seluruh wikayah Banten. Ojat menilai, kebijakan Pemprov Banten meliburkan sekolah, akan lebih baik jika berkoordinasi dengan bupati/walikota. Jika tidak akan menjadi tidak efisien baik dari sisi waktu dan biaya.

“Itulah perlunya koordinasi baik dengan pemerintah daerah tingkat II maupun pemerintah pusat,” tegasnya.

Gubernur Banten melalui Surat Keputusan (SK) nomor 443/Kep.114-huk/2020 sudah menetapkan virus corona sebagai di kejadian luar biasa di Provinsi Banten. Gubernur mengaku akan menggunakan anggaran kebencanaan untuk menanganinya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.