Gubernur Banten Diminta Fokus Atasi Pengangguran

oleh -
hmi serang
Aktivis HMI Serang meminta Gubernur Banten untuk mengatasi masalah pengangguran yang tinggi.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang menuntut Gubernur Banten, Wahidin Hakim untuk menuntaskan masalah pengangguran. Pasalnya, Provinsi Banten menjadi peringkat pertama nasional tingkat pengangguran hingga mencapai 8,11 persen.

Ketua umum HMI Cabang Serang, Abu Jihad Amin mengatakan, yang memiriskan pengangguran di Banten didominasi lulusan SMK. Kondisi itu, menurut Amin, menunjukan program link and mach Pemprov Banten tidak berjalan sesuai harapan alias mentah.

“Pemprov Banten harus serius, membangun Banten tidak hanya soal infrastruktur,” katanya kepada Redaksi24.com saat ditemui di Gedung Serbaguna Mahasiswa Islam (GSMI) Kepandean Kota Serang, Rabu (6/11/2019).

BACA JUGA:

. Banten Belum Mampu Tekan Angka Pengangguran

. Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Beda Solusi Atasi Pengangguran

. Job Fair 2019 Dibuka, Angka Pengangguran di Banten Tertinggi Nasional

Seharusnya, menurut Amin, Banten sudah tidak pantas mendapat gelar tinggkat pertama pengangguran, terlebih tingkat nasional. “Ini bukan tentang siapa yang mengisi jabatan, mau Pak Wahidin atau Pak Andika, tapi ini soal nasib rakyat Banten, seharusnya tak lagi ada yang nganggur dengan potensi Banten yang besar seperti ini,” imbuhnya.

Amin melanjutkan, data BPS menyatakan, penyumbang terbesar pengangguran di Provinsi Banten gara-gara ditutupnya sejumlah perusahaan dan efesiensi atau pengurangan karyawan di sejumlah perusahaan, seperti di PT Krakatau Steel.

“Perusahaan BUMN, perusahaan swasta itu harusnya dijadikan perhatian serius, sebab apa pun yang dilakukan gubernur dan wakilnya harus demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Kalau diputar balik, berarti masyarakat di Banten banyak yang tidak sejahtera,” lanjutnya.

Sekertaris HMI Bidang Partisipasi Pemabangunan (BPD), Faisal Dudayef mengingatkan pembangunan di Banten tak hanya bidang infrastruktur. “Disayangkan saat pemerintah menggenjot infrastruktur, malah pengangguran meningkat. Ini sangat miris, Kami harap pemerintah fokus kepada penurunan angka pengangguran,” ujarnya.

Menurut Faisal, pengangguran harus segera diatasi. Sebab akan berdampak pada sosial masyarakat, misalnya meningkatnya tindakan kriminal. “Pengangguran bisa membuat masyarakat mengambil jalan pintas sebagai sarana menyambung hidup, melakukan hal negatif, melanggar hukum dan tindakan criminal lainnya,” tandasnya.(Adi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *