Gubernur Banten Akui Tidak Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

  • Whatsapp
banten polemik Positif Corona
Gubernur Banten, Wahidin Halim memberi keterangan kepada wartawan terkait video pengumuman empat warga positif corona.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengakui tindakannya mengumumkan ada empat warga Banten yang positif Corona tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menangani virus Covid-19. Sehingga niat awal untuk menenangkan masyarakat, justru kini menjadi polemik.

“Video himbauan itu saya buat dalam rangka menjawab dan menenangkan masyarakat Banten terkait penyebaran virus Corona di Banten. Karena ada dinamika yang terjadi, untuk mengantisipasi berbagai informasi hoaxs, saya buatlah pernyataan itu,” aku Wahidin Halim kepada wartawan, Jumat (13/3/2020).

Bacaan Lainnya

Untuk itu, dalam hal protokoler dirinya mengakui bersalah. Namun dalam hal lain, apa yang sudah dilakukannya sudah sesuai dengan Protap, seperti tidak menyebutkan alamat, nama atau bahkan menyampaikan dalam kondisi becanda.

“Tapi saya rasa masyarakat Banten sudah memahami hal itu. Karena mayoritas masyarakat Banten itu agamis dan masyarakat perkotaan. Saya kira meskipun disampaikan secara publik, tidak akan menimbulkan kepanikan,” ujarnya.

Apalagi, lanjut WH, dirinya sering melakukan diskusi bersama banyak kyai dan ulama terkait permasalahan ini. Mereka memahami itu dan menyerahkannya kepada Allah. “Dan itu terbukti sekarang. Masyarakat Banten masih tenang dan aman,” tambahnya.

Terkait pengaduan ke Kemendagri, WH berharap tidak terjadi. Menurut dia, Mendagri selalu mendahulukan langkah persuasif dan tidak emosional dalam setiap menghadapi masalah.

“Saya siap diingatkan, tapi saya meyakini Mendagri itu orang baik,” tegas WH.

Saat ini ada tim yang sedang melakukan tracing kepada masyarakat yang pernah berkomunikasi dengan empat orang ini, dari hasil tracing itu nanti akan ditindaklanjuti untuk penanganan selanjutnya.

Sejak isu virus corona ini merebak Pemprov Banten sudah melakukan pemantauan terhadap 35 orang suspect Corona dan 28 orang dalam pengawasan. Selain itu, pihaknya juga langsung memulangkan sejumlah mahasiswa asal Banten yang sedang kuliah di Cina.

BACA JUGA:

. Sempat Diisolasi, Dua Pasien RSDP Serang Ternyata Negatif Corona

. Alami Demam Tinggi, Satu Warga Lebak Diisolasi di RSU Dr Adjidarmo

Selanjutnya, kata dia, Pemprov Banten minta persetujuan pusat, jika menyatakan dalam keadaan luar biasa, jika seluruh persyaratan sudah terpenuhi. Sehingga Pemprov Banten bisa melakukan langkah lebih besar lagi dalam mengatasi virus  corona.

Seperti memanfaatkan anggaran kebencanaan untuk membangun ruang isolasi, menambah pakaian khusus, pelatihan bagi tenaga perawat dan  dokter pendukung.  “Pemerintah Daerah dalam kondisi tertentu diperbolehkan untuk melakukan hal itu, tapi agar tidak lagi menyalahi protap kami koordinasikan terlebih dahulu,” tandas WH. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.