Gubernur Banten Ajukan Restrukturisasi Pengurus Bank Banten

  • Whatsapp
restrukturisasi bank banten
Bank Banten

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) sudah melayangkan surat permintaan perombakan pengurus Bank Banten kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa hari lalu. Perombakan tersebut dilakukan dalam upaya pembenahan manajemen perseroan setelah Pemprov Banten mengucurkan penambahan modal sebesar Rp1,55 triliun.

Berdasarkan informasi yang didapat Redaksi24.com, proses perombakan pengurus Bank Banten akan dilakukan bertepatan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa RUPS-LB yang rencananya akan dilaksanakan pada awal Oktober 2020.

Bacaan Lainnya

Dalam RUPS LB tersebut, selain membahas rencana Bank Banten melakukan right issue, juga akan dilakukan penentuan pengurus Bank Banten, mengingat perseroan ini merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mekanismenya, setelah RUPS LB menentukan nama calon pengurus Bank Banten yang baru, nama-nama tersebut kemudian akan digodok oleh tim independen yang ditunjuk untuk kemudian diajukan ke OJK untuk dilakukan proses selanjutnya, seperti uji fit and propertes.

BACA JUGA: Masih Sakit, Bank Banten Berusaha Menyelamatkan Diri

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, setiap penyehatan itu pasti ada restrukturisasi. Itu menjadi hal yang penting dilakukan agar proses penyehatannya bisa berjalan dengan maksimal. Proses restrukturisasi, kata dia, bukan berarti perombakan seluruh manajemennya, tetapi lebih kepada proses penyempurnaan kepengurusan yang ada.

“Sehingga ke depan Bank Banten bisa maksimal yang menghasilkan keuntungan kepada Pemprov Banten,” katanya.

Menurut WH, ada banyak hal yang harus dilakukan dalam proses penyehatan ini, salah satunya restrukturisasi. Dalam pelaksanannya bisa dalam bentuk penambahan pengurus atau pergantian. “Jadi keputusan akhirnya nanti ada di OJK,” ujarnya.

Humas OJK, Dody dihubungi melalui telpon genggamnya mengaku tidak mengetahui adanya surat dari Bubernur Banten yang meminta perombakan pengurus Bank Banten. “Wah saya kurang tahu. Untuk  persuratan itu langsung di pimpinan,” katanya singkat, kemarin.

Plt Dirut PT Banten Global Development (BGD), Fatoni membenarkan bulan Oktober mendatang RUPS LB akan digelar. “Mudah-mudahan berjalan lancar. Kalau nggak salah awal (Oktober),” katanya.

Plt Kepala Biro Administrasi dan Pembangunan (Adpem) Banten, Mahdani  menjelaskan, proses dan tahapan pergantian jajaran direksi dan komisaris Bank Banten akan dilakukan jika ada keinginan dari pemegang saham. Dan itupun sebelumnya dilakukan dalam RUPS LB.

“Sampai sekarang, saya nggak tahu apakah ada rencana pergantian direksi dan komisaris dalam waktu dekat ini. Tapi mekanismenya adalah, kalau ada RUPS LB dan pemegang saham menghendaki adanya pergantian. Atau dalam ketentuan, jabatan Direksi empat tahun sedangkan komisaris 5 tahun itu juga bisa diganti. Dan proses pergantiannya dilakukan enam bulan sebelum habis masa jabatan,” ungkapnya.

Kendati kewenangan pergantian direksi dan komisaris adalah keinginan pemegang saham, akan tetapi, lanjut Mahdani peran OJK sangat menentukan. “Nanti kan kalau memang ada pergantian ujungnya akan ada di OJK. Sebelumnya akan dibentuk tim seleksi independen. Hasilnya diserahkan ke gubernur, kemudian disampaikan ke OJK untuk uji kelayakan dan kepatutan,” jelasnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.