GP Ansor Laporkan Pengunggah Vidio Warga Sipil Yang Gunakan Mobil Dinas TNI

  • Whatsapp
mobil dinas tni
GP Ansor Banten menunjukan surat laporan yang dibuatnya di Mapolrestro Tangerang.

REDAKSI24.COM – Gerakan Pemuda Ansor memdatangi Detasemen Polisi Militer (Denpom) Jaya/1 Tangerang dan Polres Metro Tangerang untuk mengklarifikasi dan melaporkan pencemaran nama baik organiaasi tersebut terkait dengan viralnya vidio warga sipil yang mengendarai mobil dinas TNI saat akan berkunjung ke rumah kekasihnya.

Seusai klarifikasi dan melaporkan pencemaran nama baik, Sekretaris GP Ansor Provinsi Banten, Khoirul Huda mengatakan, dengan adanya vidio yang ber-caption bahwa warga sipil yang mengendarai mobil dinas TNI disaat akan berkunjung ke rumah kekasihnya itu adalah anggota Banser, tentu sangat merugikan organisasi tersebut.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, kata dia, di dalam adegan vidio yang berdurasi sekitar empat menit, tidak disebutkan bahwa warga sipil itu anggota Banser. Namun kenapa di dalam caption itu ada kalimat yang menyebutkan bahwa warga sipil yang dihentikan oleh Denpom Jaya 1 adalah anggota Banser.

“Sepertinya di penyebaran vidio ini ada upaya yang kurang baik terhadap organisasi ini,” kata Huda.

Karena itu, lanjut Huda yang didamping beberapa pengurus GP Ansor lainya, kasus itu harus ditindak lanjuti hingga tuntas.

Berdasarkan hasil klarifikasi di Denpom Jaya/1, kata dia, peristiwa kejar-kejaran antara warga sipil yang mengendarai mobil dinas TNI memang ada. Dan itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wib pada 26 Agustus 2019 lalu di bahu jalan Tol Tangerang-Merak, tepatnya sekitar area Karang Tengah, Kota Tangerang.

Dan yang menghentikan kendaran mobil dinas TNI tersebut, kata Huda, adalah Komandan Denpom Jaya/1, Letkol CPM Indra Jaya yang sejak sepekan lalu diganti Letkol CPM Yudo Pramono.

Setelah dibawa dan diintrograsi di Denpom Jaya/1, kata dia, ternyata pengguna mobil dinas TNI itu adalah seorang sekuriti yang diminta oleh bosnya untuk mengantarkan beberapa orang yang akan mengecet rumah teman majikannya.

“Bosnya itu seorang TNI, dan sekuriti tersebut disuruh untuk mengantarkan empat orang yang akan mengecet rumah teman bosnya di wilayah Tangerang Selatan,” kata Huda.

Persoalan itu, kata Huda sebenarnya sudah clear. Tapi kenapa diunggah ke medsos dengan membawa-bawa nama Banser. Ada apa itu. ” Kami laporkan kasus ini ke Polres Metro Tangerang, karena pencemaran nama baik, dan Kami akan mengawalnya hingga tuntas,” kata Huda berulang kali.

Sementara itu, Komandan Denpom Jaya/1, Letkol Yudo Pramono saat akan dimonfirmasi masalah tersebut tidak bersedia. “Saya tidak ada kewenangan terkait statment, silahkan ke Kodam,” kata Yudo dengan singkat.(Agus/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.