Giat Satgas Penanggulangan Covid-19 Pandeglang Mulai Kendor

  • Whatsapp
satgas covid-19
Satgas Penanganan Covid-19 Pandeglang saat menggelar operasi yustisi.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan covid-19 Pandeglang, dr Achmad Sulaeman menyebut, sekarang ini giat penegakan disiplin protokol kesehatan terhadap masyarakat yang dilakukan tim Satgas mulai kendor. Sehingga kepatuhan masyarakat terhadap disiplin protokes covid-19 turun lagi.

Menurut dr Achmad Sualeman, dilihatnya secara umum giat tim Satgas penanggulangan covid-19 tidak sekeras awal, artinya sudah mulai agak kendor. Namun di sisi lain memang keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) juga, serta hambatan cuaca yang saat ini tengah musim penghujan.

Bacaan Lainnya

“Kalau bulan-bulan lalu kerap melakukan razia masker, tapi sekarang diakuilah agak kendor. Sehingga kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan masker sehari-harinya mulai turun lagi,” ungkap Jubir Satgas penanggulangan covid-19 Pandeglang, melalui sambungan telepon, Kamis (22/10/2020).

Selain itu lanjut dia, sanksi sosial bagi pelanggar disiplin protokol kesehatan juga kendor. Namun sekali lagi dikatakannya, dalam pelaksanaannya masih banyak hal yang mesti dipertimbangan pemerintah, salah satunya terkait kenyamanan masyarakat juga.

BACA JUGA: Sekda Pandeglang: Antrean Bantuan UMKM Jangan Abaikan Protokol Kesehatan Covid-19

“Namun yang penting sekarang tim Satgas terus mengedukasi masyarakat terhadap disiplin protokol kesehatan covid-19. Karena saat ini perkembangan kasus covid-19 ada peningkatan,” katanya.

Saat ditanya ada berapa kasus terkonfirmasi covid-19 secara keseluruhan. Ia mengaku, jumlah terkonfirmasi covid-19 saat ini sebanyak 190 kasus, dengan rincian yang sudah sembuh sebanyak 133, yang masih dalam penanganan atau isolasi sebanyak 50 orang dan yang meninggal 7 orang.

Dikatakannya, meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 akhir-akhir ini, yang terdeteksi dari hasil kegiatan tes swab secara masal yang dilakukan di tiap-tiap kecamatan.

“Hari ini saja (Kamis, red) kita masukan sebanyak 400 sample tes swab, karena untuk target hingga akhir tahun harus sebanyak 12 ribu pemeriksaan. Sementara Pandeglang baru sekitar 6 ribu lebih atau 50 persen lebih dari target pemeriksaan swab,” ujarnya.

Sementara, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Pandeglang, Johanes Waluyo mengaku, bahwa tidak ada istilah kendor dalam melakukan giat penegakan disiplin protokol kesehatan terhadap masyarakat atau operasi yustisi.

Akan tetapi sekarang ini karena banyaknya kegiatan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah kepada masyarakat, maka para pesonil difokuskan dulu untuk mengawal kegiatan sosial itu.

“Bukan kendir sih sebetulnya mah, jadi gini, kami ada tugas tambahan baru, yaitu mengawla kegiatan penyaluran sosial dan UMKM di beberapa wilayah yang tentunya dapat menimbulkan kerumunan orang. Jadi kami mengawal itu dulu,” imbuhnya.

Diakuinya lagi, pengawalan atau pengamanan yang dilakukan petugas Satpol PP Pandeglang terhadap kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan orang banyak, tentu seputar protokol kesehatannya. Jadi bukan istilah kendor, tapi hanya ada tugas tambahan.

“Memang kami tidak setiap hari fokus pada pelaksanaan operasi yustisi. Namun karena banyak kegiatan lain yang juga pengamanan terkait protokes covid-19, karena giat penegakan disiplin protokes itu sudah baku dilaksanakan,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.