Geledah Rumah Dinas Edhy Prabowo, KPK Temukan Rp4 Miliar

  • Whatsapp
Fikri menyatakan KPK menemukan uang Rp4 miliar dalam penggeledahan rumah dinas Edhy
Konferensi pers di KPK beberapa waktu lalu.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Pelaksana tugas (Plt) juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri, menyatakan, KPK menemukan uang sekitar Rp4 miliar dalam penggeledahan rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo (EP) di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (2/12).

“Ditemukan sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan mata uang asing dengan total sekitar Rp4 miliar,”ujar Ali Fikri melalui keterangannya di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Bacaan Lainnya

Penggeledahan itu, menurut dia, dilakukan dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha, dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Kata Fikri, dalam penggeledahan itu juga ditemukan dan diamankan sejumlah dokumen, barang bukti elektronik, dan delapan unit sepeda yang pembeliannya diduga berasal dari penerimaan uang suap kasus tersebut.

“Tim penyidik akan menganalisa seluruh barang dan dokumen serta uang yang ditemukan dalam proses penggeledahan dan selanjutnya segera dilakukan penyitaan guna k menjadi barang bukti dalam perkara ini,” jelas Fikri.

Sebelumya KPK berturut-turut sejak Jumat (27/11) sampai Selasa (1/12) juga telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi.

Lembaga antirasuah itu mengamankan sejumlah dokumen, uang tunai, dan bukti elektronik dari penggeledahan di beberapa ruangan di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat pada Jumat (27/11) sampai Sabtu (28/11) dini hari.

Selanjutnya pada Senin (30/11) jpenggeledahan berlangsung di salah satu kantor milik PT Aero Citra Kargo (ACK), Jakarta Barat dan mengamankan dokumen ekspor benih lobster serta bukti elektronik.

Sedangkan pada Selasa (1/12) penggeledahan digelar di tiga lokasi di wilayah Bekasi, Jawa Barat, yakni kediaman tersangka Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT) serta kantor dan gudang PT DPP. Dari geledah tiga lokasi itu diamankan dokumen terkait ekspor benih lobster, transaksi keuangan, dan bukti elektronik.

Selain Edhy, enam orang yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka terkait penetapan izin ekspor benih lobster, yaitu Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Pribadi Misata (APM), swasta/Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan Amiril Mukminin (AM).

Selanjutnya, tersangka lainnya yakni pengurus PT ACK Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF), dan Direktur PT DPP Suharjito (SJT).(Jay De Menes/Antara)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.