Gelar Festival Monolog Virtual, FKIP UMT Diganjar Rekor MURI

oleh -
UMT, Rekor MURI, Festival Monolog,

TANGERANG,REDAKSI24.COM–Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menggelar Festival Monolog Virtual bagi para mahasiswanya. Berkat  antusiasnya para peserta membuat FKIP UMT diganjar rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori peserta festival monolog virtual terbanyak.

Penghargaan MURI diterima Rektor UMT Ahmad Amarullah saat festival monolog virtual yang digelar secara luring dan daring berlangsung di Aula Jenderal Sudirman, Kampus UMT, Cikokol, Kota Tangerang, Minggu (24/1/2021). 

“Kami ucapkan selamat kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tangerang yang telah mendapatkan rekor MURI untuk kategori festival monolog virtual dengan peserta terbanyak yakni berjumlah 391 peserta,” ujar pendiri MURI, Jaya Suprana dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Minggu (24/1/2021).

Jaya Suprana juga memberikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika UMT yang terus kreatif dan inovatif dalam rangka memajukan pendidikan di Indonesia walaupun di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

“Kreativitas dan inovasi seperti ini tentunya sangat dibutuhkan dalam memajukan pendidikan terlebih dimasa pandemi,” jelasnya.

Rektor UMT Ahmad Amarullah mengatakan bahwa kegiatan merupakan rangkaian perkuliahan di FKIP UMT di Mata Kuliah Teater. Untuk festival monolog sendiri jelas Amarullah, dengan peserta sebanyak itu pihaknya membutuhkan waktu untuk penjurian sampai 21 hari oleh para juri tingkat nasional di bawah Rendra dan beberapa ahli Cinemax.        

Amarullah menambahkan rekor ini merupakan  penghargaan rekor MURI yang ketiga kalinya diraih UMT. Hal ini merupakan kebanggan tersenir bagi seluruh civiitas akademika UMT.

“Saya kira ini pencapaian yang dipersembahkan FKIP kepada khalayak umumnya dan UMT khususnya yang tentu dalam rangka membangun kreatifitas dan inovasi di tengah pandemi, untuk menemukan metode pembelajaran yang disajikan secara aktif, kreatif, inovasi, efektif dan menyenangkan,” jelasnya.

Sementara itu Dekan FKIP UMT Away Enawar menambahkan, materi teater ini sengaja diberikan kepada para mahasiswanya agar nantinya mereka bisa menjadi guru dengan kepekaan sosial dan kepercayaan diri yang tinggi,  

“Dengan mempelajari teater maka kami meyakini mahasiswa kami kan menjadi guru yang memiliki kepekaan sosial dan kepercayaan diri yang tinggi sehingga bisa dekat dengan para murid dan masyarakat dan mampu menjadi penyampai pengetahuan yang baik,” pungkasnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.